TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang preman yang kerap membawa golok di Kawasan Monumen Nasional, Gambir, Jakarta Pusat tak berkutik diringkus polisi dan pengojek yang memergoki aksinya.
Pria berinisial IP diringkus di sebuah gang sempit, di Jalan Pancoran, Tamansari, Jakarta Barat, Rabu (21/2/2018).
Penangkapannya terjadi berkat informasi dari seorang pengojek aplikasi bernama Zaenal (32) yang membuntuti pelaku dari tempatnya beraksi di kawasan Monas sampai ke Tamansari, Jakarta Barat.
Zaenal menyaksikan pemalakan yang dilakukan IP bersama temannya terhadap dua pengunjung Monas berinisial Z dan T.
"Zaenal melihat kalau dua pengunjung Monas berinisial Z dan T ini dipalak oleh empat orang preman. Salah satu dari empat preman itu pun mengeluarkan golok dan menempelkannya ke leher kedua korban. Para preman ini memang telah mengincar handphone milik Z dan T ini serta barang berharga lainnya. Kala itu, Zaenal mendengar ucapan salah seorang dari preman tersebut jika akan nekat melukai dua korban itu" paparnya Kanit Reskrim Polsek Tamansari, Kompol Bintoro.
Baca: Polisi Tangkap 18 Tersangka Ujaran Kebencian
Zaenal terus memantau aksi keempat preman Monas tersebut. dalam satu kesempatan kedua korban melarikan diri.
"Akan tetapi, barang berharga kedua korban itu tak berhasil dirampas keempat preman Monas tersebut. Para preman ini, bukannya mengejar kedua korban justru berangkat menuju wilayah Gajah Mada, Jakarta Barat gunakan kendaraan sepeda motor. Oleh Zaenal, keempat orang itu pun dibuntutinya," katanya.
Keempat preman berpisah di perjalanan.
Alhasil Zaenal hanya bisa membuntuti dua preman menuju ke sebuah gang sempit di Jalan Pancoran, Tamansari, Jakarta Barat.
Saat memasuki gang sempi, Zaenal pun meneriaki kedua preman Monas itu 'sebagai jambret. Warga lalu mengejar kedua preman tersebut namun hanya IP yang tertangkap.
Anggota Polsek Tamansari yang tiba di lokasi langsung mengamankan IP.
Saat diinterogasi IP membantah tuduhan Zaenal. Namun polisi menyita golok yang digunakan untuk memalak.
Baca: Pria di Serpong Ini Ditemukan Gantung Diri Setelah Terdengar Ribut dengan Istri
"Dalam pengakuan IP baru sekali malak pengunjung di Monas menggunakan golok. Berkat warga dan Zaenal, kami berhasil menangkap IP, tapi satu rekan lainnya berhasil melarikan diri, gunakan motor. Pengakuan IP lainnya juga saat lakukan pemalakan di Monas ia bersama tiga rekannya termasuk P yang kabur," jelasnya.
IP pun kini dikenakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Pemerasan dan Undang-undang Darurat nomor 12 Tahun 1950 tentang kepemilikan senjata tajam. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)
Berita ini telah tayang di Warta Kota dengan judul: Berkat Informasi Pengojek, Preman Monas Diringkus Polisi