News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pengamat Nilai Kebijakan Pemprov DKI Sering Dibuat Tanpa Kajian

Editor: Fajar Anjungroso
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL), memenuhi Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (2/2/2018). Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Halim Pagarra makin keras mengkritik penutupan Jalan Jatibaru Raya oleh Anies-Sandi. Beberapa hari lalu, Halim berkomentar di media bahwa kemacetan meningkat semenjak penataan Tanah Abang. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah menilai pasangan Gubernur DKI Jakarta tidak memiliki kajian dalam mengambil kebijakan.

"Enggak ada kajian akademik, tidak ada perencanaan yang jelas, tidak ada payung hukumnya terus tidak ada partisipasi publik, masyarakat," tutur Trubus Rahardiansyah, Senin (5/3/2018).

Trubus menilai salah satunya kebijakan yang tidak ada partisipasi publik adalah kebijakan penataan Tanah Abang yang beroperasi mulai 22 Desember 2017 lalu.

Baca: Perlintasan KA di Bawah Jalan Cipinang Mulai Ditutup Hari Ini

Dia menilai seharusnya dalam membuat kebijakan seperti itu haruslah melibatkan masyarakat, pedagang-pedagang kecil dan transportasi seperti supir angkot dan juga ojek.

"Itu (kebijakan Tanah Abang) karena tidak ada partisipasi publik dalam perencaannya. Jadi karena tidak dilibatkan pihak-pihak yang terkait, pihak-pihak yang berkepentingan. Ya seharusnya melibatkan masyarakat itu," tuturnya.

Nantinya apabila tidak melibatkan masyarakat dalam mengambil keputusan, Trubus menilai kebijakan Anies- Sandi akan terus diprotes oleh masyarakat.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini