TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Kekecewaan Mirah Suryani (48) tak terbendung saat mengetahui Fahmi (14), putranya, diamankan Satpol PP Kota Tangerang.
Putranya tersebut diamankan bersama sembilan pelajar lainnya, lantaran kedapatan membawa senjata tajam yang disinyalir akan digunakan untuk tawuran di sekitar Taman Potret, Kota Tangerang.
Baca: Seorang Warga Bekasi Ditemukan Tewas, Diduga Lompat dari Lantai 15 Apartemen di Ciputat
Selain histeris, Mirah juga sesekali meminta petugas untuk memberikan pelajaran kepada buah hatinya itu, dengan memberikan hukuman kurungan agar putranya jera.
“Penjarain aja pak, daripada mati konyol di jalanan kena tawuran. Pak, saya sudah capek ngurusin anak ini,” ujar Mirah kepada petugas, seraya menghardik putranya tersebut di Kantor Satpol PP Kota Tangerang, Sabtu (13/10/2018).
Mirah yang tidak dapat menahan emosi, sempat beberapa kali mencoba menyerang putra semata wayangnya tersebut. Ia memukul menggunakan alas kaki yang digunakannya, namun dicegah petugas.
“Daripada digebukin orang mending saya yang gebukin,” ucapnya sambik meluapkan emosi.
Berbeda dengan Mirah, Jalaludin (50), salah satu orang tua lainnya yang sengaja diundang petugas untuk menjemput putranya, justru jatuh pingsan karena tidak dapat menahan amarahnya.
Jalaludin yang masih memakai jaket ojek online, langsung jatuh pingsan ketika mencoba memukul putranya, namun gagal setelah dihalau aparat. Mengetahui orang tuanya jatuh pingsan, sang anak langsung histeris berteriak meminta pertolongan orang-orang di sekitarnya.
Berbeda dengan kedua orang tua siswa, salah seorang perwakilan dari sekolah yang enggan menyebutkan namanya, justru merasa bersyukur petugas mengamankan para siswanya tersebut.
“Entah apa jadinya kalau mereka tidak diamankan. Apa jadinya kalau mereka benar-benar terlibat tawuran. Kami berterima kasih kepada bapak-bapak Satpol PP yang secara tidak langsung menyelamatkan anak-anak dari tawuran,” tuturnya.
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Tangerang Ghufron Falfeli menjelaskan, pihaknya mendapati beberapa siswa tersebut sedang berkumpul, dan terindikasi akan menggelar aksi tawuran.
“Dari gelagat mereka kami mencurigai mereka akan menggelar aksi tawuran, untuk itu kami menggeledah isi tas mereka dan mendapati satu bilah golok serta satu bilah celurit," ungkap Ghufron.
Dari pengakuan para pelajar yang berhasil diamankan tersebut, lanjut Ghufron, sebagian besar dari mereka hanya diajak oleh kakak kelasnya yang kabur.
"Senjata tajam yang berhasil diamankan tersebut milik seniornya,” imbuhnya.
Ia mengaku pihaknya akan terus melakukan serangkaian penertiban. Hal ini dilakukan untuk menekan angka tawuran di Kota Tangerang.
“Khusus pada akhir pekan kami melipatgandakan personel yang ditugaskan untuk menyisir setiap lokasi yang sering dijadikan tempat tawuran. Karena, kami melihat kejadian tawuran sering terjadi pada akhir pekan," papar Ghufron.
Meski demikian, ia mengaku, tanpa ada peran serta masyarakat dalam menekan aksi kenakalan remaja tersebut, rangkaian kegiatan yang digelarnya tersebut tidak akan berjalan optimal.
“Terus kami meminta masyarakat untuk membantu kami, informasikan kepada kami setiap kegiatan yang berpotensi memicu aksi kenakalan remaja,” pintanya.
Baca: 46 Hari Dirawat di Rumah Sakit, Balita Obesitas di Kalsel Tetap Aktif, Sering Minta Suntik
Ghufron juga meminta kepada orang tua untuk turut mengawasi putra-putrinya, agar terhindar dari aksi tawuran yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
“Jangan cuma memberikan anak kepada sekolah, orang tua juga kami minta untuk mengawasi gerak-gerik anak, sehingga dapat terhindar dari aksi tawuran,” saran Ghufron.
Penulis: Andika Panduwinata
Berita ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul: Putranya Diciduk Satpol PP karena Hendak Tawuran, Orang Tua: Penjarain Aja Pak, Daripada Mati Konyol