TRIBUNNEWS.COM, KARANGBAHAGIA - Kasus pembuangan limbah sisa hasil industri di aliran Kali Cilemahabang, Desa Sukakarya, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi masih berproses.
Diketahui pencemaran itu menyebabkan berubahnya warna air menjadi hitam pekat.
"Sedang dalam proses penyelidikan, Insyaallah kami akan tindaklanjuti," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan saat dikonfirmasi, Rabu (8/9/2021).
Baca juga: 2 Oknum Dishub DKI yang Peras Bus Rombongan Warga Vaksinasi Rp 500 Ribu Tak Dipecat, Ini Alasannya
Proses penyelidikan dilakukan guna menindaklanjuti permohonan pemerintah daerah yang disampaikan Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan usai meninjau kondisi Kali Cilemahabang yang telah terkontaminasi limbah pabrik pada Senin (6/9/2021) lalu.
Beberapa perwakilan perusahaan yang diduga mencemari aliran Kali Cilemahabang juga dikabarkan sudah dimintai keterangan petugas kepolisian perihal kasus ini.
"Proses penyelidikan tentunya meminta keterangan saksi-saksi terkait, untuk teknis lebih detail silakan tanyakan ke Kasat Reskrim ya," ujarnya
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kompol Rahmat Sujatmiko mengaku belum dapat menyampaikan data penyelidikan yang dimaksud.
"Sebentar ya mas, kami cek dulu ke penyidik," tutur Sujatmiko.
Baca juga: Kali Cilemahabang Menghitam Layaknya Oli Bekas, Pj Bupati Bekasi Bentuk Satgas Pantau Pencemaran
Sementara itu, Kepala Seksi Penegakan Hukum Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi David mangatakan sedang menyusun tim penegakkan hukum terpadu atau gakkumdu guna menelusuri kasus pencemaran lingkungan tersebut.
"Sedang disusun keanggotaannya, ada penyidik pegawai negeri sipil, kepolisian, hingga kejaksaan. Kami segera turun, sidak ke lapangan," ungkap David.
Dia mengatakan penegakan hukum lingkungan mengutamakan asas ultimum remedium yang mewajibkan penerapan pidana sebagai upaya terakhir setelah penerapan penegakan hukum adminstratif dianggap tidak berhasil.
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Lacak Siapa Pembuang Limbah ke Kali Cilemahabang, Polisi Periksa Beberapa Perwakilan Perusahaan,
Baca tanpa iklan