News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ada 8 Pasien DBD Dirawat di RSUD Tamansari Sari, Mayoritas Anak-anak

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD). Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Sari ungkap ada 8 kasus demam berdarah dangue (DBD) yang saat ini tengah dirawat.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Sari ungkap ada 8 kasus demam berdarah dangue (DBD) yang saat ini tengah dirawat.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Seksi Pelayanan Medik & Keperawatan RSUD Tamansari Jakarta dan Praktisi Kesehatan Masyarakat dr. Ngabila Salama, MKM.

"Ada 6 kasus anak dan 2 kasus dewasa dengan diagnosis DBD dirawat RSUD Tamansari. Kondisi aman dan terkendali," ungkap Ngabila pada keterangannnya, Rabu (20/3/2024).

Menurut Ngabila, pola kasus DBD setiap tahun polanya akan selalu sama.

Mulai meningkat bulan Desember dan akan mengalami puncak di Bulan April. Namun bisa juga bergeser sampai Mei.

Karena saat musim hujan lebih berpotensi genangan air untuk tempat perindukan nyamuk.

Di sisi lain, musim pancaroba membuat imunitas seseorang menurun.

Dan kelembaban udara tinggi saat musim hujan / relative humidity (RH) tinggi membuat nyamuk DBD (aedes aegepty) lebih mudah berkembang biak.

Lebih lanjut, Ngabila bagikan tips cegah DBD dengan menjaga kebersihan diri 3M dan kebersihan lingkungan PSN 3M plus dan vaksinasi!

1. Perilaku hidup bersih dan sehat

Jangan ada baju-baju yang menggantung, karena bisa sebagai sumber sarang nyamuk dan jentik.

Juga masih ada daerah di Jakarta yg tanah kosong atau fasilitas umum yg perlu dipantau jg 3M nya.

Misal di taman, jalanan, tanah kosong dan di sekolah.

2. Lakukan menguras, menutup dan mengubur (3M), gerakan 1 rumah 1 kader jumantik (G1R1J).

Kerjakan minimal seminggu sekali tiap hari jumat dan selalu menjaga kebersihan dan kerapihan rumah.

Memelihara tanaman pengusir nyamuk seperti sereh, lavender atau memelihara ikan pemakan jentik seperti cupang.

3. Nyamuk DBD aktif jam 8-10 pagi dan 16-18 malam. Maka akan lebih baik melakukan penyemprotan nyamuk atau menggunakan lotion antinyamuk secara mandiri

4. Aktifkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di 9 tatanan.

Tatanan kehidupan masyarakat sehat mandiri. Tatanan permukiman dan fasilitas umum. Tatanan satuan pendidikan. Tatanan satuan pasar.

Tatanan pariwisata. Tatanan transportasi dan tertib lalu lintas jalan. Tatanan perkantoran dan perindustrian. Tatanan perlindungan sosial, serta tatanan pencegahan dan penanggulangan bencana.

5. Vaksinasi mandiri (berbayar) pada anak & dewasa dapat diberikan untuk cegah sakit & keparahan atau kematian DBD dengan efektif sampai 95 persen.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini