TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Angka kecelakaan mudik lebaran tahun lalu dominan terjadi pada kendaraan sepeda motor.
Hal itu disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman kepada wartawan di Jakarta, Rabu (12/3/2025).
Baca juga: Mudik Gratis 2025 Polres Garut: Syarat Pendaftaran, Cara Daftar, dan Kota Tujuan
"Jadi sepeda motor ini ya karena korban kecelakaan lalu lintas 70 persen dari sepeda motor, meninggal dunia kebanyakan dari sepeda motor," ucapnya.
Latif mengajak masyarakat yang hendak mudik untuk menghindari naik sepeda motor.
Apabila terpaksa harus mengikuti arahan petugas dan jangan sampai memaksakan kondisi fisik dan kendaraan.
"Di tahun ini mari kita hindari penggunaan mudik sepeda motor, tetapi saya harapkan sepeda motor ini alternatif paling terakhir, saya mohon betul kepada masyarakat," paparnya.
Menurutnya angkutan umum yang ada di Jakarta sudah disiapkan oleh Dinas Perhubungan sangat mencukupi untuk mudik.
Untuk diketahui, Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2025 mulai 26 Maret hingga 8 April.
Operasi ini akan fokus mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran 2025.
Baca juga: Kementerian PU Siapkan 393 Posko Mudik untuk Antisipasi Titik Rawan Bencana
Korlantas mengidentifikasi empat klaster utama yang menjadi fokus pengamanan.
Masing-masing yakni jalur tol, jalan nasional, pelabuhan penyeberangan, serta destinasi wisata dan tempat ibadah.
Calon pemudik yang ingin menggunakan kendaraan pribadi juga diharapkan mengecek kondisi kendaraan.
Tak hanya itu, saldo kartu tol atau e-toll juga harus dipastikan cukup guna menghindari antrean panjang.
Pemudik yang sudah melakukan perjalanan jauh, sebaiknya istirahat minimal 2,5 jam sekali.
Hal ini bertujuan agar pemudik sampai tujuan dengan selamat dan sehat.