TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 17 kantong parkir disiapkan terkait kegiatan Reuni Akbar 212 yang digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (2/12/2025) sore.
Nantinya, pihak kepolisian akan melakukan pengarahan terhadap kendaraan baik bus maupun kendaraan pribadi peserta yang hadir.
Baca juga: Reuni 212 Dulu vs Kini: Dari Tuntut Ahok di Penjara ke Sambut Presiden Prabowo di Monas
"Kami hanya menyiapkan ataupun mengantisipasi beberapa kantong parkir," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin kepada wartawan, Selasa.
Bus peserta akan diarahkan ke Jalan Benyamin Sueb. Bus tersebut menurunkan penumpangnya yang akan menuju ke lokasi acara.
Sementara, untuk peserta yang menggunakan kendaraan pribadi ada sejumlah titik yang disediakan seperti IRTI, Masjid Istiqlal dan titik lainnya.
"Kami berharap nanti para peserta untuk bisa juga ikut mematuhi petunjuk yang diberikan oleh tugas kami di lapangan, agar seluruh aktivitas Jakarta bisa tetap berjalan, walaupun ada pengarahan masa yang cukup besar," ucapnya.
Adapun berdasarkan catatan, berikut 17 kantong parkir yang disediakan terkait acara Reuni Akbar 212:
- Pelataran Parkir IRTI Monas
- Stasiun Gambir
- Wisma Antara
- Menara Dana Reksa
- Kementerian BUMN
- Gedung Telkom STO Gambir
- Perpustakaan Nasional
- Lemhanas
- Kantor Indosat Ooredoo
- Galeri Nasional
- TPE Sabang
- Gedung Sarinah
- Gedung Djakarta Theater
- Gedung Jaya
- Wahid Hasyim
- Plaza Indonesia
- Grand Indonesia
Untuk informasi, Panitia Reuni Akbar Mujahid 212 memastikan kegiatan tahunan itu kembali digelar pada 2 Desember 2025 di kawasan Monas, Jakarta Pusat.
Dalam jumpa pers persiapan, Ketua Steering Committee (SC) Reuni 212, Ahmad Shobri Lubis, menegaskan reuni tahun ini kembali mengusung semangat persatuan seperti aksi 212 sembilan tahun lalu.
"Spirit 212 sembilan tahun yang lalu itu adalah spirit persatuan, spirit uhuwah. Baik uhuwah islamiyah, wathaniyah, maupun insaniyah,” ujar Shobri, di kawasan Jakarta Timur, Minggu (23/11/2025).
Ia mengatakan, acara tetap dipusatkan di Monas dan dimulai sejak waktu Magrib. Panitia, kata Shobri, juga mengundang seluruh elemen masyarakat termasuk ormas Islam, aparatur pemerintahan, dan Presiden RI Prabowo Subianto beserta jajaran menteri.
"Tema reuni tahun ini adalah 'Revolusi Akhlak untuk Selamatkan NKRI dari Para Penjahat dan Memerdekakan Palestina dari Penjajah'.
"Semoga spirit ini akan selalu menggelora. Tidak ada putus asa untuk memperbaiki Indonesia ke depan,” ujarnya.
Baca tanpa iklan