News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kebakaran Gedung Kantor di Jakarta Pusat

Penyebab Kebakaran Terra Drone: Baterai 30 Ribu mAh Jatuh, Timbulkan Percikan Api

Penulis: Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KEBAKARAN - Petugas gabungan berusaha mengevakuasi jenazah korban kebakaran di Gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Jakarta, Selasa (9/12/2025). Kebakaran tersebut menyebabkan 22 orang meninggal dunia. Gedung Terra Drone terbakar ternyata disebabkan baterai 30.000 mAh terjatuh di gudang penyimpanan. Hal itu buat timbulnya percikan api. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

TRIBUNNEWS.COM - Polisi mengungkap penyebab kebakaran gedung kantor Terra Drone di kawasan Cempaka Putih, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12/2025) lalu akibat jatuhnya baterai berkapasitas 30.000 mAh.

Peristiwa itu mengakibatkan timbulnya percikan api sehingga membuat baterai lain yang ada di lokasi, terbakar.

Adapun hal ini diketahui setelah penyidik memeriksa dua saksi kunci. 

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menuturkan insiden ini terjadi di lantai satu gedung Terra Drone.

"Jadi dari keterangan saksi tersebut, bahwa baterai berukuran 30.000 mAh dalam tumpukan, ada sekitar empat tumpukan, lalu jatuh."

"Dari sejak jatuh itu, timbul percikan api. Di mana di tempat tersebut, terdapat baterai-baterai lainnya selain baterai yang rusak dan akhirnya menyambar. Sehingga seluruhnya di lantai satu terbakar, khususnya di ruang inventory atau gudang mapping," katanya dalam konferensi pers di Kantor Polres Metro Jakarta Pusat, Jumat (12/12/2025).

Baca juga: Bos Terra Drone Jadi Tersangka, Sempat Protes saat Diringkus hingga Terancam Penjara Seumur Hidup

Buntut dari insiden ini, Susatyo mengatakan pihaknya langsung mengembangkan penyidikan dengan memeriksa pihak manajemen penyimpanan Terra Drone.

Berdasarkan hasil penyidikan, Terra Drone tidak memiliki SOP terkait penyimpanan baterai yang mudah terbakar atau flammable.

Selain itu, kata Susatyo, perusahaan yang berbasis di Jepang itu tidak memiliki SOP terkait pemisahan baterai yang masih layak pakai, bekas, ataupun rusak.

"Semua (baterai) dijadikan satu (di satu tempat)" katanya.

Susatyo juga mengungkapkan ruang penyimpanan baterai tersebut hanya berukuran 2x2 meter dan tanpa dilengkapi ventilasi dan fireproofing.

Selain itu, genset juga berada di lokasi yang sama meski menimbulkan potensi panas berlebih di ruangan tersebut.

Susatyo mengungkapkan penyidikan berlanjut terkait standar keselamatan gedung Terra Drone.

Penyidik pun menyimpulkan bahwa gedung Terra Drone tidak memenuhi standar lantaran tidak dilengkapi pintu darurat, sensor asap, proteksi kebakaran, dan jalur evakuasi.

"Gedung memiliki IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dan SLF (Sertifikat Laik Fungsi) untuk perkantoran. Namun digunakan juga sebagai tempat penyimpanan atau gudang," jelasnya.

Penyebab Bos Terra Drone Indonesia Jadi Tersangka

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini