Ringkasan Berita:
- Pedagang es gabus bernama Suderajat mengaku dianiaya oleh aparat saat diinterogasi.
- Peristiwa itu bermula dari seorang warga yang melaporkan Suderajat karena dia diduga menggunakan spons untuk membuat es gabus.
- Keluarga Suderajat memilih jalur damai dengan memaafkan aparat yang diduga menganiaya Suderajat.
TRIBUNNEWS.COM - Dagangan milik Suderajat (49), seorang pedagang es gabus asal Kampung Panjang, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dirusak oleh polisi dan anggota TNI
Perusakan terjadi ketika Suderajat sedang menjajakan es di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, (24/1/2026). Aparat menuding es gabus Suderajat menggunakan bahan spons.
Peristiwa itu bermula dari laporan seorang warga yang menuduh Suderajat menggunakan spons untuk membuat es. Warga itu bernama M. Arief Fadillah (43), pria asal Utan Panjang III, Kemayoran.
Arief yang berprofesi sebagai seorang wiraswasta itu melaporkan Suderajat melalui call center 110 pada hari Sabtu, (24/1/2026). Sebelumnya, Arief juga sempat membeli es yang dijajakan Suderajat.
Es gabus yang dijual Suderajat dituding mengandung polyurethane foam yang kerap digunakan sebagai material busa kasur dan spons untuk mencuci.
Setelah menerima laporan, tim piket Reskrim Polsek Kemayoran mendatangi tempat Suderajat berjualan guna menindaklanjuti pengaduan.
“Barang dagangan milik pedagang kami amankan untuk diuji lebih lanjut karena keselamatan masyarakat adalah prioritas,” kata kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra dalam keterangan tertulisnya, Minggu, (25/1/2026), dikutip dari Kompas.com.
Kemudian, hasil pemeriksaan oleh Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya menunjukkan seluruh dagangan Suderajat layak dikonsumsi. Tuduhan bahwa Suderajat menggunakan bahan spons tidak terbukti.
Suderajat mengaku dianiaya
Suderajat dibawa oleh anggota Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Kelurahan Utan Panjang Serda Heri Purnomo ke Mapolsek Kemayoran, Jakarta Pusat, pada hari yang sama untuk diinterogasi.
Suderajat mengaku dianiaya saat diinterogasi. Dia mengklaim digampar, dipukul, dan ditendang menggunakan sepatu bot oleh beberapa pelaku.
Baca juga: Kesaksian Anak Suderajat setelah Ayahnya Tak Pulang Semalam, Kondisi Lemas setelah Interogasi
Di samping itu, Suderajat mengatakan dagangannya juga dihancurkan dan dilempar ke arah mukanya.
"Muka saya dilempar pake es kue, saya luka nih goresan berdarah," kata Suderajat, Selasa, (27/1/2026).
Padahal, dia mengaku sudah menjelaskan dagangannya tidak beracun dan asli buatan pabrik rumahan di Depok, Jawa Barat.
Setelah seharian tidak pulang, Suderajat akhirnya kembali ke rumah pada hari Minggu sekitar pukul 04.00 WIB. Dia sempat dicari oleh keluarganya yang khawatir.
"Takut kenapa-napa. Kan biasanya pulang jam 4 sore, khawatir nyariin ke stasiun, dia enggak bawa HP, enggak ada HP, nyari ke stasiun sama mama," kata Zaitun, anak ketiga Suderajat, Rabu, (28/1/2026), dikutip dari Tribun Bogor.
Zaitun berkata akhirnya pulang, tetapi dalam kondisi lemas dan mengaku mendapat penganiayaan. Awalnya Zaitun tak mengetahui ada luka pada tubuh ayahnya karena kondisi rumah gelap.
"Eh tiba-tiba ada viral. Syok sih kaya kesel banget bisa digituin (dianiaya)," katanya.
Kini keluarga memilih jalur damai dengan memaafkan kedua aparat. Menurut Zaitun, ada hikmah dari setiap kejadian dan berharap kondisi ayahnya dapat sehat seperti semula.
Dandim Jakpus minta maaf
Komandan Kodim (Dandim) 0501/Jakarta Pusat Kolonel Inf. Ahmad Alam Budiman akan memberikan sanksi disiplin kepada Babinsa Kelurahan Utan Panjang Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat Serda Heri dalam kasus Suderajat.
Selain itu, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono juga mengatakan Dandim 0501/Jakarta Pusat juga akan mengevaluasi seluruh anggotanya.
"Dandim akan melakukan evaluasi internal dan memberikan Jam Komandan kepada seluruh anggota Kodim 0501/Jakarta Pusat serta memberikan hukuman disiplin kepada Serda Heri Babinsa Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku," kata Donny saat dikonfirmasi Rabu, (28/1/2026).
"Dengan demikian diharapkan tidak ada tuntutan atau konflik berkepanjangan yang timbul setelah pertemuan tersebut," katanya.
Donny juga mejelaskan setelah Polri menyatakan es hunkwe tersebut asli berbahan makanan dan aman untuk dikonsumsi, Serda Heri dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa Aiptu Ikhwan Mulyadi telah memberikan klarifikasi terkait video tersebut, di Aula Mako Polsek Kemayoran pada Senin (26/1/2026) malam.
Berdasarkan verifikasi di lokasi kejadian, lanjut dia, peristiwa tersebut merupakan Kesalahpahaman antara Babinsa dan Bhabinkamtibmas dengan warga.
Donny menjelaskan sejumlah langkah yang telah diambil di antaranya pihak Kodim 0501/JP dan Polres Metro Jakarta Pusat telah menemui Suderajat di rumahnya di wilayah Desa Rawa Panjang Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
"Dandim 0501/JP mendatangi Bapak Sudrajat secara langsung untuk bersilaturahmi dan menyampaikan permohonan maaf secara tulus dan ihklas," kata Donny.
(Tribunnews/Febri/Gita Irawan/Tribun Bogor/Muamarrudin Irfani/Kompas/Dinda Aulia)
Baca tanpa iklan