News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir di Jakarta

Banjir Rendam Permukiman di Cawang Setinggi 1,5 Meter, Warga Harap Normalisasi Dipercepat

Penulis: Alfarizy Ajie Fadhillah
Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BANJIR JAKARTA - Banjir ketinggian sekira 150 sentimeter menggenangi permukiman warga di kawasan Tanjung Sanyang, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (30/1/2026). (Tribunnews/Alfarizy)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Permukiman warga di kawasan Tanjung Sanyang, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur kembali terendam banjir luapan Kali Ciliwung, Jumat (30/1/2026).

Ketinggian air dilaporkan mencapai puncaknya hingga setinggi sekira 1,5 meter di area rumah warga, dan hampir 2 meter di area yang berdekatan dengan bibir Kali Ciliwung.

Ketua RT 08 RW 08 Kelurahan Cawang, Pendi, mengungkapkan air mulai masuk ke wilayahnya sejak Kamis (29/1/2026) malam sekira pukul 22.00 WIB.

"Kalau air mulai masuk di jam 10-an (malam) sudah masuk. Tapi tinggi-tingginya itu jam 12 sampai jam 1 malam, itu cepat naiknya sampai ke arah masjid," ujar Fendi saat ditemui di lokasi banjir.

Akibat kenaikan debit air yang cukup cepat, setidaknya ada 110 Kepala Keluarga (KK) di sekitar wilayahnya yang terdampak.

Warga pun mulai melakukan evakuasi mandiri maupun dibantu petugas sejak pagi buta.

Baca juga: 39 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Masih Tergenang Banjir hingga Jam 08.00, BPBD Ungkap Penyebabnya

"Dievakuasi tadi jam 6 pagi. Ada yang ngungsi di masjid, ada juga yang bertahan di lantai dua rumah masing-masing," lanjutnya.

Mengenai barang-barang berharga, Fendi menjelaskan warga yang memiliki rumah bertingkat langsung memindahkan perabotan ke lantai atas. Namun, bagi warga dengan rumah satu lantai, mereka terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Meski ketinggian air saat ini cukup memprihatinkan, Fendi menyebut banjir kali ini masih belum separah kejadian pada Maret 2025 lalu, tepatnya saat bulan Ramadhan.

"Kalau dibanding parah, itu tahun 2025 bulan Maret kemarin pas puasa. Itu tingginya hampir 2 meter sampai ke masjid, satu lantai kerendam semua. Kalau sekarang (airnya) sampai di sini saja," jelasnya sambil menunjukkan batas air.

Hingga saat ini, warga masih bersiaga memantau kondisi cuaca. Meskipun air perlahan mulai surut, warga Tanjung Sanyang, Cawang sangat bergantung pada kondisi cuaca di wilayah hulu atau Bogor.

"Ini nanti surutnya sore, kalau di Bogor belum hujan ya. Kalau di sana hujan, posisi kiriman lagi, ya bisa tinggi lagi," ungkap Fendi.

Menghadapi banjir yang terus berulang setiap tahunnya, warga Cawang berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata.

Target utamanya adalah percepatan proyek normalisasi sungai agar penderitaan warga akibat banjir musiman bisa segera berakhir.

"Harapan kami, percepatlah normalisasi. Mudah-mudahan dengan adanya normalisasi, itu jadi jawaban buat kami supaya tidak terkena banjir kembali," pungkasnya.

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini