TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kecepatan transformasi digital di tingkat pemerintahan daerah kerap terbentur oleh keterbatasan infrastruktur warisan masa lalu.
Padahal, adaptasi teknologi yang cepat sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat mendapatkan akses pelayanan publik yang optimal tanpa hambatan.
Kondisi tersebut direspons oleh Pemkot Tangerang Selatan dengan mempercepat migrasi jaringan protokol internet.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pun memberikan Pemkot Tangsel sebagai pemerintah daerah terbaik di Indonesia dalam implementasi Internet Protocol Version 6 (IPv6).
Kepala Diskominfo Kota Tangsel, Tubagus Asep Nurdin mengatakan, infrastruktur jaringan merupakan tulang punggung dari seluruh layanan publik.
Menurutnya, tanpa protokol jaringan yang mumpuni, integrasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk melayani warga hanya akan menjadi wacana.
"Kedaulatan digital di tingkat lokal harus dimulai dari fondasi yang paling mendasar, yaitu alamat protokol internet. Selama ini, keterbatasan IPv4 telah menjadi tembok penghalang bagi ekspansi layanan digital yang masif," kata Tubagus Asep Nurdin, Minggu (8/3/2026).
Asep menjelaskan, transformasi ke jaringan IPv6 bukan sekadar menambah kapasitas teknis di atas kertas.
"Dengan IPv6, kita membuka gerbang menuju inovasi pelayanan yang lebih luas untuk masyarakat," tegasnya.
Untuk menyiasati keterbatasan selama masa transisi, Diskominfo Tangsel menerapkan strategi metode dual stack, yakni menjalankan jaringan IPv4 dan IPv6 secara bersamaan.
Strategi ini dipilih agar seluruh layanan aplikasi pemerintahan dari tingkat kelurahan hingga kota tetap berjalan stabil, sehingga masyarakat tidak mengalami gangguan (downtime) saat mengurus administrasi.
Lebih lanjut, penerapan IPv6 memberikan dampak langsung pada keamanan siber dan perlindungan data warga.
Protokol baru ini diklaim memiliki fitur keamanan terintegrasi yang lebih baik dari pendahulunya. Hal ini penting untuk melindungi data pribadi masyarakat yang tersimpan di platform layanan publik, mulai dari urusan kependudukan hingga sistem perizinan terpadu.
Asep pun berharap infrastruktur yang telah terbangun ini dapat memacu seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkot Tangsel untuk merespons kebutuhan warga dengan lebih cepat.
Baca juga: Pilar Dampingi Wamendag Turun ke Pasar Ciputat, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil
"Bagi masyarakat Tangsel, prestasi ini berarti harapan akan layanan publik yang lebih cepat, responsif, dan tidak terganggu oleh kendala kapasitas jaringan," tandas Asep.
Baca tanpa iklan