News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jakarta Terbuka bagi Pendatang, Namun Persaingan Kerja Kian Ketat

Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERSAINGAN KERJA - Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Fahira Idris menilai arus kedatangan pendatang setelah Lebaran sebagai fenomena yang wajar dalam dinamika kota metropolitan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPD RI dari DKI Jakarta, Fahira Idris menilai arus kedatangan pendatang setelah Lebaran sebagai fenomena yang wajar dalam dinamika kota metropolitan. 

Ia menegaskan bahwa Jakarta tetap terbuka bagi siapa pun yang datang dengan tujuan bekerja dan membangun masa depan.

Baca juga: Mensos Gus Ipul Cek Calon Lokasi Sekolah Rakyat Baru di STIP Jakarta

“Jakarta adalah kota yang terbuka untuk semua. Siapa pun yang datang dengan niat baik, kemauan kuat, kerja keras, dan keterampilan, selalu punya peluang untuk berkembang di kota ini,” ujar Fahira di Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional, Jakarta menawarkan peluang di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, jasa, industri kreatif, hingga teknologi. Namun, peluang tersebut dibarengi dengan persaingan yang ketat, sehingga menuntut kesiapan dan kapasitas yang memadai dari para pendatang.

Baca juga: Polda Metro Jaya Siagakan 1.300 Personel untuk Amankan Laga FIFA Series 2026 di GBK Jakarta

Fahira menilai kehadiran pendatang menjadi bagian penting dalam mendorong Jakarta menuju kota global.

Arus masuk talenta baru dinilai dapat memperkuat daya saing kota melalui kontribusi ide, kreativitas, dan energi produktif.

“Menuju kota global, Jakarta tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan kontribusi semua pihak, termasuk pendatang dari berbagai daerah,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kesiapan menjadi faktor utama agar pendatang mampu bertahan di tengah dinamika kota yang cepat dan kompetitif. Keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja serta kesiapan mental menjadi prasyarat penting.

Selain itu, Fahira juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap administrasi kependudukan. 

Pendatang diminta melapor ke lingkungan setempat dan mengurus dokumen sesuai ketentuan agar dapat mengakses layanan publik dengan lebih mudah.

“Pendatang diharapkan melapor ke RT/RW setempat dan mengurus administrasi kependudukan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Ia menambahkan, tertib administrasi juga akan memudahkan akses terhadap berbagai peluang, seperti pelatihan kerja, peningkatan keterampilan, hingga informasi lowongan pekerjaan yang difasilitasi pemerintah maupun sektor swasta.

Baca juga: Pramono Anung Ungkap Program ‘Mudik ke Jakarta’ Dongkrak Ekonomi Ibu Kota Hingga Rp 21 T

Lebih lanjut, Fahira menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam mengelola arus urbanisasi agar berdampak positif bagi perkembangan Jakarta.

“Jakarta adalah rumah bersama. Pembangunan kota ini membutuhkan kontribusi semua pihak agar semakin maju dan berdaya saing global,” pungkasnya.


 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini