Disclaimer: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.
TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Seorang warga negara (WN) asal Inggris berinisial DJR (54) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di toilet Kantor Imigrasi Kota Depok, Selasa (21/4/2026).
Kepala Seksi Humas Polres Metro Depok Ajun Komisaris Polisi Made Budi membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Menurutnya korban merupakan seorang pengajar yang tengah menjalani masa penahanan di ruang tahanan sementara karena diduga melakukan penyalahgunaan izin tinggal.
"Korban diamankan petugas Imigrasi Depok pada Senin (20/4/2026) pukul 14.00 WIB lalu dimasukkan ke dalam ruang tahanan kantor Imigrasi," ucap Made saat dikonfirmasi Rabu (22/4/2026).
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), korban masuk ke dalam toilet sekitar pukul 15.20 WIB.
Tidak lama kemudian, seorang saksi mendapati ruang tahanan dalam kondisi kosong dengan pintu toilet tertutup rapat.
Saksi sempat memanggil korban namun tidak mendapat jawaban.
Upaya untuk melihat kondisi di dalam toilet melalui ventilasi juga tidak membuahkan hasil.
"Saksi kemudian mengambil tindakan dengan mendobrak pintu toilet dan ternyata DJR berada di dalam kamar mandi keadaan gantung diri dengan posisi kaki ke belakang dan badan condong ke depan," urainya.
DJR tergantung di teralis besi ventilasi kamar mandi.
Alat yang digunakan korban untuk gantung diri ialah kaos korban berwarna hitam.
Hingga kini penyebab pasti kematian korban dan tim Inafis dari Polres Metro Depok telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Hasil penyelidikan awal ditemukan ada bekas jerat di leher dan ada bekas sperma dikemaluan korban.
"Keterangan dari petugas Imigrasi bahwa korban sudah terlihat stress," ungkapnya.
Langkah tindak lanjut kepolisian memeriksa saksi-saksi.
Sedangkan korban sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan visum et repertum.
Pihak Imigrasi Depok belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.
Baca tanpa iklan