News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

"Kakak Suka Bilang Pengen Dikasih Bunga, Sekarang Bunganya Banyak Datang ke Rumah"

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Vica satu dari 16 korban meninggal dunia akibat kecelakaan  tragis dua kereta di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Ringkasan Berita:

  • Kecelakaan kereta commuter line dengan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di kawasan Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. 
  • Sebanyak 16 penumpangnya meninggal dunia semuanya perempuan.
  • Vica Acnia Pratiwi (24) satu diantara 16 korban adalah perempuan muda seorang pekerja.

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI -  Semasa hidupnya Vica Acnia Pratiwi (24) kerap menginginkan diberi bunga tanpa diminta.

 "Sekarang bunganya banyak banget datang ke rumah," ucap Muhamad Ari Kurniawan (21), adik kandung almarhumah Vica.

Suaranya payau nyaris tak terdengar.

Sesekali Ari berhenti bicara, matanya berkaca-kaca.

Ditemui di rumah duka, Perumahan Telaga Murni, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Rabu (29/4/2026), Ari tak kuasa menahan sedih menceritakan soal kepergian kakaknya tercinta.

Vica adalah satu dari 16 korban meninggal dunia akibat kecelakaan tragis dua kereta di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek itu juga mengakibatkan  sedikitnya 90 orang terluka.

Sang Pejuang Keluarga

Vica adalah sosok pejuang keluarga.

Lulusan Teknik Elektro Universitas Negeri Lampung ini baru lima bulan meniti karier di sebuah perusahaan di Tebet, Jakarta Selatan.

Setiap hari, rutinitasnya tetap sama ketika menuju ke kantor.

Insinyur muda ini memacu sepeda motor menuju Stasiun Telaga Murni, menitipkan motornya  di sana.

Lalu membelah kemacetan ibu kota menggunakan KRL dari rumahnya di Bekasi.

Di KRL malam itu, dia menghembuskan nafas terakhir. 

Kerap ajak keluarga jalan-jalan

Dalam sebulan terakhir, almarhumah Vica sering mengajak keluarganya menghabiskan waktu bersama untuk makan, pergi jalan-jalan untuk sekadar berkumpul. 

Seolah ingin menciptakan lebih banyak momen bersama keluarga.

"Enggak ada firasat karena aku juga jarang ngobrol, cuma satu bulan terakhir ini sering ajak makan jalan bareng semua keluarga," kata Ari. 

Bangunkan Salat Subuh

Ari terakhir kali bertemu Vica pada Senin subuh saat kakaknya itu membangunkannya untuk salat. 

Ari berangkat kerja pukul 06.00 WIB, sedangkan Vica pukul 07.00 WIB. 

Tak ada firasat apapun yang dirasakan Ari.

Chat terakhir pada Selasa siang, Vica masih sempat mengabari akan pulang terlambat karena ada acara makan bersama rekan kantor.

Tidak Kerja untuk Mencari Kakak 

Saat kejadian, Ari tengah masuk kerja shift malam.

Baru beberapa jam masuk bekerja, ia mendapatkan kabar kakaknya hilang dan langsung mengajukan izin ke atasan untuk tidak bekerja. 

Setelah diizinkan, ia diantar temannya menuju ke Stasiun Bekasi Timur pada Senin pukul 23.00 WIB.

Ketika itu suasana sudah macet sampai mobilnya parkir jauh dari lokasi kejadian. 

"Saya pakai mobil parkir di Terminal Bekasi, jalan kaki sampai Stasiun Bekasi Timur," kata dia. 

Selama ada di Stasiun Bekasi Timur sampai Selasa (28/4/2026) pukul 03.00 WIB, Ari tidak menemukan Vica. 

Saat itu gelisah karena sampai tinggal beberapa orang saja yang belum dievakuasi, Vica belum ditemukan.

Ari disarankan mencari ke beberapa rumah sakit rujukan di Kota Bekasi, tetapi juga tidak ada nama Vica. 

Ada yang lalu menyarankan Ari untuk memeriksa RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. 

Ia bersama kakak dan pamannya langsung ke RS Polri untuk menanyakan keberadaan Vica.

"Kemarin sore hasilnya keluar, dinyatakan cocok, tapi jenazah baru bisa dibawa selepas magrib setelah pengumuman resmi kepolisian," kata dia. 

Jenazah tiba di rumah duka pukul 21.00 WIB dan langsung dimakamkan di TPU Telaga Murni. 

Sumber: Tribunnews.com/Warta Kota

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini