Ringkasan Berita:
- Mahasiswa UI menggelar aksi besar menuntut penurunan harga BBM dan penghentian program MBG nasional.
- Massa menembus blokade polisi, long march menuju Bundaran HI sambil menyampaikan tuntutan utama.
- Polda mengantisipasi penyusup, mengerahkan 6.088 personel, serta menerapkan rekayasa lalu lintas situasional.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi mahasiswa besar-besaran menuntut harga BBM turun hingga penghentian program MBG akan digelar di Jakarta, Jumat (12/6/2026) siang ini.
Sejak pukul 10.30 WIB, massa mahasiswa Universitas Indonesia (UI) sudah bergerak menggunakan puluhan bus.
Rombongan bus tiba di kawasan Semanggi Jakarta Selatan pukul 12.10 WIB.
Keterangan pihak kepolisian bahwa konsentrasi massa mahasiswa dipusatkan di kawasan DPR RI Jakarta Pusat.
Sejumlah aparat gabungan memblokade akses ke Jalan Jenderal Sudirman.
Kemudian sempat terjadi aksi saling dorong antara massa mahasiswa dengan personel pengamanan di lapangan.
Ratusan mahasiswa bergerak ke depan DPR RI.
Namun pada pukul 14.08 WIB massa mahasiswa menembus blokade dan melakukan long march.
Massa mahasiswa didominasi beralmamater kuning Universitas Indonesia (UI) berjalan menuju Bundaran HI.
Mereka menyanyikan lantunan lagu Buruh Tani sambil mengibarkan bendera.
Massa mahasiswa akan menyampaikan sejumlah tuntutannya di Bundaran HI seperti agenda awal yang sudah direncanakan.
Identifikasi Kelompok Penyusup
Polda Metro Jaya mengidentifikasi sejumlah kelompok yang diduga akan menunggangi aksi mahasiswa yang berlangsung di sejumlah titik di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), polisi telah menyiagakan Satgas Penegakan Hukum (Gakkum).
Baca juga: Respons Kemenko Polkam Soal Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini
Pengawasan dilakukan di sejumlah lokasi yang menjadi pusat konsentrasi massa, termasuk kawasan DPR/MPR RI, Bundaran HI, Patung Kuda, dan Cikini Raya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan kelompok yang telah teridentifikasi itu diduga akan menyusup ke dalam aksi dan memanfaatkan momentum demonstrasi untuk kepentingan lain.
"Satgas Penegakan Hukum Polda Metro Jaya sudah mengidentifikasi kelompok-kelompok tertentu yang akan mencoba bergabung dan mendompleng aksi untuk membuat kegiatan lain yang dapat mengganggu Kamtibmas," kata Budi kepada wartawan Jumat (12/6/2026).
Menurut dia, petugas akan melakukan pengawasan secara ketat terhadap setiap pihak yang dicurigai berupaya memicu gangguan keamanan selama aksi berlangsung.
Polisi juga menyiapkan langkah penegakan hukum apabila menemukan peserta aksi maupun pihak lain yang membawa barang berbahaya atau berpotensi menimbulkan kericuhan.
Di sisi lain, Polda Metro Jaya memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal selama berlangsungnya aksi mahasiswa.
Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan.
Sebanyak 6.088 personel gabungan TNI-Polri diterjunkan untuk mengamankan jalannya aksi dan menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi demonstrasi.
Baca tanpa iklan