News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penumpasan Teroris

Inilah Hotline Layanan Pengaduan Densus 88

Editor: Iwan Apriansyah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Densus 88 saat melakukan penumpasan teroris di Pamulang

Laporan wartawan Persda Network, Roy Pakpahan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Detasemen Khusus 88 Antiteror telah menyebarkan nama daftar tujuh teroris di Aceh yang menjadi buruannya. Kadiv Humas Polri, Irjen pol Edward Aritonang mengungkapkan Densus mengkhawatirkan ketujuhnya telah berada di luar Aceh meski memungkinkan masih berada di sekitar Aceh.

Polri pun meminta masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam membantu memberikan informasi sekecil apapun terkait keberadaan ketujuh DPO teroris itu. "Bagi masyarakat yang ingin memberi informasi dapat disampaikan ke nomor Densus yaitu, 0811 680 9090, 0811 216 777, dan 0812 129 8686," ungkap Edward di Mabes Polri, Jakarta, Senin (15/3).

Ketujuh orang yang dijadikan DPO yakni Abu Yusuf, Ubaid Al Adi Al Jakfar, Ziad al Deni Suramto al Toriq, Tono al Rahmad al Bayu Seno, Pandu al Abu Asma dan Abu Rimba al Munir al Abu Uteun serta Usman al Gito.

"Beberapa upaya penyekatan-penyekat an telah dilakukan untuk mencegah. Mudah-mudahan seluruh kelompok itu dapat kami tangkap dan bawa ke meja hukum agar mereka bisa mempertanggungjawab kan perbuatannya," katanya.

Edward mengungkapkan dari ketujuh DPO itu, beberapa diantaranya pernah terlibat dalam konflik di Ambon. Mereka juga tergabung dalam tiga kelompok islam besar, yaitu Jamaah Islamiyah, Jamaah Darul Islam dan Majelis Muhajidin Indonesia.

Namun begitu, Polri mengaku belum melihat adanya indikasi ketiga kelompok islam terbesar itu bersatu untuk kemudian bersama berdiri di belakang para teroris di Aceh. "Itu masih dalam penyelidikan kami,"
tukasnya.

Ketujuh DPO itu dikatakannya berperan langsung sebagai peserta latihan militer, penyiap logistik dan sebagai pelatih yang pernah berlatih di Mindanao Filipina. Apakah Polri menyediakan reward bagi masyarakat yang memberikan informasi tentang ketujuh orang itu? "Belum. Kami akan mengapresiasilah masyarakat yang membantu dan menangkap," ujarnya.

Sementara itu dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa alasan para teroris memilih Aceh karena kondisi geografisnya yang jauh dari hingar bingar keramaian, jauh dari pengamatan aparat keamanan dan medannya yang bagus untuk mengangkat senjata (berperang). (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini