Laporan : wartawan Persda Network/
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Tokoh Permesta, Ventje HN Sumual (87), meninggal dunia di RSCM, Jakarta, Minggu (28/3/2010), sekitar Pukul 17.45 WIB.
Menurut Wakil Ketua DPP Partai Golkar, Theo L Sambuaga, Theo L Sambuaga, kematian Vence merupakan kehilangan besar bagi Sulut.
Gubernur Sulawesi Utara, Sinyo Harry Sarundajang , menyampaikan rasa duka yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Ventje, yang juga seorang tokoh Kawanua yang eksis membantu daerah Nyiur Melambai hingga akhir hayatnya.
"Bapak Gubernur menegaskan, Sulawesi Utara, bahkan Republik Indonesia, benar-benar merasa kehilangan atas kepergian Bapak Ventje Sumual. Ia, tokoh besar yang punya komitmen tetap dalam mendukung berbagai program daerah ini di tingkat nasional juga internasional, " kata Michael Umbas, Koordinator Media Center Sarundajang, Minggu malam.
Dikatakan, kepedulian Om Ventje -sapaan almarhum, terhadap pembangunan di Sulawesi Utara tidak bisa hanya diukur dalam rentang waktu singkat. Almarhum tercatata sebagai satu tokoh Kawanua di Jakarta yang ikut berjuang lahirnya Otonomi Daerah.
"Sebagai pejuang lahirnya Otonomi Daerah, Ia tetap berkomitmen memerhatikan pembangunan di tanah Toar Lumimuut ini," demikian Umbas.
Selain itu, tambah Umbas, Om Ventje, aktif dalam organisasi Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) di Jakarta dan ikut melahirkan Yayasan Gerakan Maju (Gerak Maju) Mapalus Raya di Jakarta. Yayasan ini khusus mendukung program pembangunan di Sulut.
Menurut Umbas, hari ini (Senin) Gubernur Sarundajang dan Ny Deitje Sarundajang Laoh-Tambuwun akan melayat di rumah duka di Pulo Mas, Jakarta.
"Ketokohannya sangat kuat dan dia juga selalu concern (perhatian) dengan perekonomian kerakyatan," jelas Theo.
Menurut Theo, Ventje meninggal karena penyakit jantung serta pengaruh usia. Ventje akan dibawa ke rumah duka di Jl Pacuan Kuda Raya No 2, Pulomas, Jakarta Timur. "Beliau rencanannya akan dimakamkan pada hari Selasa," kata Theo.
Pada masa hidupnya, kata Theo, Vence sangat gigih berjuang untuk membangun sikap mental masyarakat untuk bekerja keras dan menabung. Hal ini dia perlihatkan dengan pernah memimpin 10 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Sulut.
"Dia yang terus menganjurkan perekonomian rakyat," jelas Theo.
Selain itu, kata Theo, dia juga selalu mendorong masyarakat untuk menanam pohon seho atau aren. Karena pohon ini bisa dijadikan sumber bahan bakar alternatif yaitu bioethanol.
"Beliau menganjurkan ini sudah dari 15 tahun lalu sementara pemerintah baru menganjurkan lima tahun belakangan ini," jelasnya.
Theo mengaku kenal dengan almarhum sejak 1968 ini di Jakarta. Lalu bersama Vence dan Alex Kawilarang beserta tokoh Minahasa lainnya, mendirikan organisasi Kerukunan Keluarga Kawanua di Jakarta.
Terakhir Vence menjadi Ketua dewan Pembina Kerukunan Keluarga Kawanua pada tiga tahun lalu dan digantikan oleh dirinya.
Tokoh Permesta Vence Sumual Meninggal
Editor: OMDSMY Novemy Leo
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan