TRIBUNNEWS.COM,
Jakarta - Puluhan aktivis dan tokoh nasional hari ini berkumpul di
Gedung Joeang 45 Jalan Menteng Raya 31, Jakarta Pusat, guna
memperingati 30 tahun peristiwa Petisi 50. Selain memperingati milad
tersebut, panitia juga memberikan Petisi 50 Award, sebagai bentuk
penghargaan bagi person yang dinilai gigih menentang
kebijakan-kebijakan orde baru yang dinilai tidak pro rakyat.
Salah seorang panitia menjelaskan, penyelenggaraan
peringatan Petisi 50 kali ini dihelat sebagai bentuk menghormati
peristiwa Petisi 50 yang sudah 30 tahun ikut andil dalam peta
perjalanan bangsa.
"Petisi tersebut diterbitkan sebagai sebuah ungkapan
keprihatinan rakyat yang menilai Soeharto berlindung dibelakang nama
Pancasila," ujar panitia tersebut, Selasa (18/5/2010).
Selain para tokoh langsung
Petisi 50 yang masih hidup, terlihat juga sejumlah tokoh seperti Adnan
Buyung Nasution, mantan anggota DPR RI, Permadi, Abdullah Yamahua,
hingga Egy Sudjana.
Petisi 50 merupakan sebuah dokumen yang
ditandatangani 50 tokoh terkemuka pada 5 Mei 1980, yang isinya
memprotes penggunaan filsafat Pancasila oleh Presiden Soeharto terhadap
lawan-lawan politiknya.
Petisi tersebut ditandatangani para
pejuang di jaman Orde Baru termasuk bekas Kepala Staf Angkatan
Bersenjata, Jenderal Nasution, bekas gubernur Jakarta Ali Sadikin, dan
bekas Perdana Menteri, Baharuddin Haraharap dan Mohammad Natsir.
Peringatan 30 Tahun Petisi 50 Berlangsung Sederhana
Penulis: Alie Usman
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan