Gesang, Riwayatmu Dulu...
Gesang Martohartono meninggal dunia pukul 18.10, di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo, Kamis, 20 Mei 2010. Pencipta lagu Bengawan Solo ini dalam usia 93 tahun. Berikut perjalanan hidup (alm) Gesang
Editor:
Yulis Sulistyawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gesang Martohartono meninggal dunia pukul 18.10, di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo, Kamis, 20 Mei 2010. Pencipta lagu Bengawan Solo ini dalam usia 93 tahun. Berikut perjalanan hidup (alm) Gesang :
*1 Oktober 1917: Gesang Martohartono dilahirkan di Kampung Kemlayan ,Surakarta.Gesang lahir dari pasangan pengusaha batik bernama Martodiharjo dari perkawinan dengan isteri keduanya.Gesang adalah anak kelima dari sepuluh bersaudara. Gesang mempunyai nama kecil Sutardi
*1936: Gesang bergabung dengan grup musik keroncong lokal dan pentas di berbagi tempat.
*1938: Gesang menciptakan lagu kali pertama berjudul Si Piatu. Lagu berisi kesedihan seorang anak yang tak mendapat kasih sayang orangtuanya itu, dibuat saat dia melihat kesedihan temanya yang lola (yatim piatu).
*1940: Lagu legendaris Bengawan Solo lahir dari kreasi Gesang. Lagu ini kemudian menjadi lagu terkenal baik di Indonesia dan luar negeri.
*1941: Gesang menikah dengan seorang bernama Waliyah. Setelah 22 tahun berumahtangga, tahun 1963, mereka bercerai. Waliyah tidak memberinya keturunan
*1942: Gesang ikut teater keliling Bintang Surabaya pimpinan Fred Young. Tugasnya menyanyi setiap terjadi pergantian babak ketika pementasan berlangsung.
*1963: Gesang melakukan kunjungan ke Republik Rakyat Cina dan Korea Utara bersama Misi Kesenian Indonesia
*1971: Kelompok Artis Safari yang bernaung di bawah panji Golkar di tahun 1971 membuat pertunjukan yang diberi nama Malam Bing Slamet dan Gesang di Taman Ismail Marzuki.
*1973: Pemerintah Daerah Kotamadya Surakarta mengangkat Gesang sebagai Warga Kota Teladan kelas II. Surat Keputusan Walikotamadya No 71/Kep/1/73 tanggal 16 Juni 1973 ditandatangani Walikotamadya Surakarta Kusnandar waktu itu.
*1977: Gesang menerima penghargaan dari pemerintah atas dasar Keputusan Presiden No. 23 Tahun 1976 dan Keputusan Menteri P dan K No. 01/M/77. Untuk itu, Gesang, selain menerima lencana dan piagam juga mendapat Tabanas Rp 25 ribu.
*1975: Gesang menciptakan lagu Caping Gunung, hingga saat ini lagu tersebut merupakan lagu terakhir yang diciptakan oleh Gesang.
*1978: Gesang menerima penghargaan dari Organization for Industrial and Spirituil Cultural Advancemen (OISCA)
*1984: Gesang tinggal menetap setelah mendapat rumah mungil di Perumnas Proyek Solo, Palur dari pemerintah Kota Solo pada tahun 1984.
*1996: Gesang kembali bersama rombongan delegasi Kesenian PT Gema Nada Pertiwi mendapatkan kehormatan untuk tampil dalam "Malam Bengawan Solo" selama dua malam berturut-turut di kota Shanghai, Republik Rakyat Cina.