TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebelum meninggal dunia, dr Hasri Ainun Habibie sempat berpesan kepada
Yayasan Bank Mata yang ia ketuai untuk membudayakan budaya donor mata di
Indonesia.
Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Jendral Yayasan Bank Mata, Untung Widodo, yang ditemui oleh wartawan di kediaman BJ Habibie, JL Patra
Kuningan XIII Blok L XV Kav 5 dan 7,Kuningan, Jakarta, pada hari ini,
Senin (24/5/2010) sore.
"Dia punya cita-cita untuk membudayakan kegiatan mendonor mata, dan
membangun sebuah klinik mata," terang Untung.
Menurutnya, satu cita-cita dari Ainun Habibie telah terwujud, yaitu
dengan dibangunnya sebuah klinik mata di daerah Bogor, sementara
cita-citanya yang lain yaitu untuk membudayakan kegiatan mendonor mata
hingga kini belum tercapai.
"Saat ini kegiatan itu masih belum menjadi budaya. Mungkin karena belum
boleh diizinkan oleh agama," ujar Untung.
Menurut Untung, Aini Habibie yang merupakan Ketua Umum Yayasan Bank
Mata, banyak memberikan sumbangsih berharga bagi Yayasan Bank Mata,
dimana menurut pengakuan Aini, di akhir-akhir masa hidupnya, Aini aktif
sekali di tiap kegiatan yayasan yang berdiri sejak 1968 tersebut.
"Ia juga ikut membantu dana dalam membangun klinik mata di Bogor
tersebut," kata Untung.
Selain itu, menurut peraturan dasar organisasi Bank Mata, tiap anggota
Bank Mata, harus menjadi calon pendonor mata bila ingin bergabung dengan
organisasi tersebut, dimana secara otomatis Ainun Habibie merupakan
seorang calon pendonor mata.
Walau begitu ia belum bisa memastikan, apakah Ainun Habibie merupakan
seorang calon pendonor mata.
Walau begitu kemungkinan Ainun Habibie bisa menyumbangkan kedua belah
matanya, menurut Untung sudah pupus, karena secara medis untuk melakukan
proses pengambilan donor paling lambat harus dilakukan sebelum 6 jam
setelah seseorang dinyatakan meninggal dunia.
Ainun Ingin Membudayakan Kegiatan Donor Mata
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan