TRIBUNNEWS.COM,
JAKARTA- Penjeratan mantan Kepolda Jawa Barat Komjen Pol Susno Duadji
oleh institusinya sendiri terkait kasus pemangkasan dana pengamanan
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat menimbulkan reaksi dari
politisi di DPR RI.
Ahmad Yani, politisi asal Partai Persatuan
Pembangunan (PPP) menganggap penjeratan Susno Duadji terkait kasus
pemangkasan dana Pilkada Jawa Barat dianggap sebagai upaya balas dendam
dari Polri karena mengungkap mafia kasus di tubuh Polri.
"Sebenarnya
persoalan ini tidak hanya di Jawa Barat, banyak persoalan yang tersisa.
Kenapa kasus ini diangkat lagi oleh polri? Ini jelas ada upaya balas
dendam dari Polri," ungkapnya
Melihat seperti itu, dengan isolasi
yang begitu kuat dan mulai dilakukan penekanan sejak awal
mengindikasikan ada sesuatu di tubuh Polri. "Sampai dugaan saat dia
(Susno) menjabat di Polda pun terus diusik. Ini tidak bisa dibiarkan,
ini tidak bisa ditorerir. Kasus ini dibongkar untuk membungkam kaksus di
tubuh Polri," paparnya.
Anggota Komisi III ini takut Susno terus
dicari-cari kesalahannya. "Ini akan merusak gagasan Susno untuk
mereformasi Polri. Seharusnya dengan audit BPK sudah klir. Ini
menunjukan ada indikasi upaya balas dendam untuk membungkam dia
(Susno)," pungkasnya.
Ahmad Yani: Penjeratan Susno Bentuk Balas Dendam Polri
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan