News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Aktivis Kemanusiaan Diserang

Mer-C Indonesia Kutuk Aksi Militer Israel

Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejumlah aktivis perdamaian menumpang kapal di perairan Gaza. Di kejauhan tampak Kapal Patroli Israel mengawasi aktivitas pro-Palestina ini. Seorang aktivis asal Indonesia tewas dalam serangan brutal Israel ini.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Organisasi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Comitte (Mer-C) Indonesia, mengutuk keras aksi militer Israel yang menyerang kapal laut Navi Marmara yang ditumpangi oleh 12 relawan kemanusiaan asal Indonesia. ketika tengah menuju Gaza, untuk melakukan aksi kemanusiaan di Palestina, hari ini, (31/5/2010).

"Mereka (militer Israel) patut dikutuk, memakai cara barbarian terhada rombongan misi kemanusian, dan mereka tidak ada tendensi tertentu, dan tidak membawa senjata," seru Presidium Mer-C Indonesia, Dr Sarbini Abdul Murad, yang ditemui di kantornya, JL Kramat Lontar, Senen, Jakarta Pusat, Senin sore.

Ia pun meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk mengeluarkan pernyataan serupa. "Kami meminta Pemerintah juga mengutuk aksi militer Israel tersebut," ujarnya.

Abdul juga meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk terus berupaya mencari keberadaan ke 12 WNI termasuk keempat anggota Mer-C Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 12 orang Warga Negara Indonesia, bersama 800 relawan kemanusian yang menumpang kapal laut Navi Marmara tidak diketahui keberadaan mereka, setelah militer Israel menyerang kapal mereka yang tengah menuju ke Gaza untuk melakukan misi kemanusiaan, pada hari ini sekitar pukul 09.00 Wib.

Ada empat orang anggota Mer-C Indonesia yang berada dalam rombongan 12 WNI di dalam kapal Navi Marmara ini. Mereka adalah, Nur Fitri Taher (Project Officer), dr Arief Rahman (dokter), Abdillah Onim (penerjemah), Nur Ikhwan Abadi (Insinyur). Keberadaan mereka hingga saat ini belum diketahui.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini