TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri setengah hati menuntaskan ketidakberesan dalam mafia kasus
yang menggerogoti institusinya. Itu menjadi sedikit alasan mengapa
mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji berkeinginan keluar barisan
dari institusi yang membesarkannya.
Bagi keluarga, hal itu cukup dimengerti lantaran usaha Susno mengungkap
bobroknya makelar kasus seperti tak ada artinya. "Semuanya kita serahkan
ke Bapak. Kita keluarga hanya mendukung," ujar puteri bungsunya Diliana
Ermanintias kepada Tribunnews.com, Rabu (2/5/2010).
Memang, Diliana tak pernah mendengar langsung niat Susno keluar dari
Polri. Tapi di antara keluarga berita itu tak asing lagi. Khusus yang
satu ini, Susno memang sering mempertimbangkannya dengan sang isteri,
Herawati. Dari ibunya, anak-anak baru mengetahui belakangan.
Menurut ibu satu anak ini, niat Susno memang sudah lama terlontar, jauh
sebelum dirinya dikurung di sel B-4 Mako Brimob Ksatriaan Amjiattak
Kelapa Dua, Depok medio bulan lalu. Katanya, "Hal itu memang pernah
diutarakan mas, mengingat sikap elite polri yg tak kunjung berubah."
Sampai masa perpanjangan penahanan bertambah 20 hari ke depan, niatan
ayahnya mantan Kapolda Jawa Barat itu belum diketahui Diliana. Ia tahu,
ada dua kemungkinan yang akan dihadapi ayahnya di kemudian hari.
"Tinggal duluan mana mas, dipecat atau mengundurkan diri," ujarnya.
Dikatakan, Susno sangat serius dengan maksudnya tersebut, bukan hanya
sebatas niat tapi tindakan. "Sepertinya kalo memang yang dihadapi bapak
tembok yang kuat bisa jadi. Percuma kalo bapak berjuang sendirian.,"
ujarnya.
Sering kali dalam beberapa kesempatan di depan media, Susno pernah
berujar, "Bhayangkara sejati satu kata satu perbuatan." Mungkinkah
ujaran itu akan benar-benar dilakukannya setelah sekian lama berjuang
sendiri, dengan segala resikonya, dikucilkan, sampai ke bui.
Baca tanpa iklan