News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dana Aspirasi Rp 15 Miliar

PAN Tolak Dana Aspirasi karena Sayang Golkar

Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bahas Dana Kontroversi - Anggota Komisi III DPR-RI Fraksi Gerindra, Martin Hutabarat (kedua dari kiri), berdiskusi mengenai kontroversi dana aspirasi sebesar 15 milyar rupiah, yang akan diterima setiap anggota dewan untuk membangun daerah pemiilnya masing-masing. Acara diskusi yang digelar di Warung Daun Cikini Jakarta Pusat, Sabtu (5/6/2010) juga dihadiri mantan anggota DPR-RI Ridwan Saini (kiri), pengamat parlemen dari Formapi Sebastian Salang, dan Ketua Badan Anggaran DPRT-RI Harry Azhar Azis. (TRIBUNNEWS.COM/dany permana)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Partai Amanat Nasional (PAN) berani menolak dana aspirasi yang diusung Partai Golkar semata-mata karena sayang kepada Partai berlambang pohon beringin tersebut.

Ini disampaikan Sekretaris Jenderal  PAN Taufik Kurniawan. Menurutnya, penolakan tersebut bukan tanpa alasan. Pengajuan dana tersebut dianggap PAN tidak ada payung hukumnya, sehingga bila dilanjutkan akan berakibat fatal terhadap para penerima dana tersebut dilapangan.

"PAN menolak ajuan tersebut. Pengajuan tersebut tidak memiliki payung hukum yang belum jelas dan adanya keterbatasan anggaran pemerintah. DPR Ri sebaiknya menekankankan fungsi kontro saja, itu saya rasa lebih baik, hasilnya baik, dan tidak berimplikasi apa-apa. Hal tersebut dilakukan karena kita sayang terhadap partai yang mengusulkan (Golkar)," ujar Taufik saat ditemui diruang kerjanya di Gedung Nusantara III DPR RI Lantai IV, Jakarta, Senin (7/6/2010).

Lanjut Taufik, sebetulnya masalah dana aspirasi itu akan jadi polemik dimasyarakat, menurut kacamata PAN, DPR harus bisa lebih konsen cek and balencenya. "Kami memberikan apresiasi usulan dari Partai Golkar, tapi jalannya masih sangat panjang untuk dana aspirasi. Untuk itu secara tegas PAN tetap secara konsisten menolak,"ungkapnya.

Dana aspirasi masih butuh kajian lagi dan harus  dikaji lebih mendalam, lebih komprehensif, sambil menunggu mekanisme aturan undang-undang yang berlaku. "Ini jadi ribut karena ada besaran, kok muncul angka Rp 15 miliar darimana angka itu. Konsepnya belum ada pijakan hukum,"terang wakil ketua DPR RI dari Fraksi PAN ini.

Meskipun demikian PAN tetap menghargai usulan baik dari Partai Golkar untuk mengusulkan dana aspirasi tersebut. "Sebelumnya kita belum ada kesepakatan dan itu hanya baru wacana, kami tetap menghargai  niat baik partai yang mengusulkan tersebut," tukasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini