TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru bicara Presiden SBY, Julian Pasha
mengakui, Presiden mengetahui terkait terungkapnya rekaman video porno
yang diduga diperankan oleh musisi Ariel Peterpan dan aktris cantik Luna
Maya dan Cut Tari. Namun, secara pribadi, Julian berharap, hal ini
tidak menjadi kontraproduktif bagi kalangan generasi muda.
Berikut
petikan wawancara, wartawan dengan Julian Pasha di Istana Negara, Rabu
(16/6/2010) usai mendampingi Presiden SBY menerima
organisasi perempuan
Muhammadiyah, Aisyiyah.
T: Apa bapak Presiden tahu soal kasus video
porno yang diduga Ariel-Luna?
J: Bapak Presiden tidak memberi komentar.
Meski, beliau sudah mengetahuinya.
T; Kasus ini telah mendunia.
Apakah Presiden tidak khawatir, ini akan membuat citra Indonesia buruk
di dunia internasional?
J: Presiden sama sekali tidak berkomentar soal
ini. Namun, secara pribadi saya berharap, yang perlu diperhatikan
adalah jangan sampai kasus ini menjadi kontraproduktif, merusak kalangan
generasi muda.
T: Tapi, kasus ini sudah mendunia.
Presiden tidak takut nama Indonesia akan rusak?
J: Sekali
lagi, Presiden tidak berkomentar soal ini.
Sementara itu, Ketua
DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kepada wartawan di Kantor DPP
PDI-P, Lenteng Agung, mengaku prihati dengan terungkapnya kasus video
porno yang diduga dilakukan oleh selebriti papan atas negeri ini.
"Saya
sebetulnya melihat hal-hal seperti ini prihatin. Sebagai warga negara
dan seorang ibu, kita ada di persimpangan jalan," kata Megawati.
"Ini,
efek dari tekhnologi yang patut difikirkan lagi. Dan menjadi PR
(pekerjaan rumah) bagi pemerintah dan masyarakat. Hal-hal seperti ini
bisa merugikan bangsa kita," ujarnya.
SBY Tak Mau Komentari Ariel Cs
Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan