TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi Direktur Walhi Nasional, Erwin Usman mengatakan, ternyata enam
jenderal polisi yang memiliki rekening gendut seperti yang ditulis dalam
majalah tempo edisi Senin (28/6/2010) rata-rata pernah bertugas di
wilayah ekstraktif industri yang menjadi lahan basah polisi untuk
mendapat uang.
Menurut, Erwin, sebenarnya data yang dirulis Tempo
saat ini, itu sudah diketahui sejak lama. Walhi mensinyalir bahwa
ladang korupsi Polri berada pada empat sektor vital yaitu Pertambangan
Migas, hutan, Perkebunan besar, dan konfliks infrastruktur.
"Para
jenderal yang saat ini sudah menjabat di Mabes Polri, pernah bertugas
di wilayah ektraktif industri seperi Kaltim, Riau, Sumsel, Jatim, Sumut,
Sulsel, dan Kalsel. Jenderal yang mempunya rekening gendut, memiliki
track record pernah bertugas di wilayah ektraktif industri, sebelum
memiliki jabatan di Mabes Polri," jelasnya di Kantor Majalah Tempo, Kamis
(1/7/2010).
Bahkan, menurut Walhi masih banyak lagi yang tidak
disebutkan Tempo untuk perwira-perwira tinggi Polri yang menjabat
diwilayah ekstraktif industri.
"10 sampai 12 Perwira lainnya tidak pernah
disebutkan. Di polda, Kapolda, Bareskrim, dan penyidik di daerah-daera,
banyak yang hidup bermewah-mewahan dan kekayaan," jelasnya.
Seharusnya,
Polri bisa menjadikan momentum ini sebagai wahana pembenahan dan
evaluasi oleh Kapolri dan Presiden dalam memperbaiki institusi
Kepolisian.
"Harusnya Kapolri dan Presiden menggunakan momentum ini untk
menginvestigasi lebih lanjut kebenaran enam Pati Polri tersebut. Empat
bulan lagi masa tugas Kapolri akan selesa, bila hal ini diselesaikan,
maka tugasnya akan menjadi ringan," ujarnya.
6 Jenderal Pernah Bertugas di Wilayah Ekstraktif Industri
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan