News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Sisminbakum

Laksamana Cheng Ho Mau Diperiksa Asal Hendarman Dicopot Dulu

Editor: Iswidodo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mantan Mensesneg RI, Yusril Ihza Mahendra melakukan syuting film kolosal Laksamana Cheng Ho di studio PT Jupiter Global Film, Kemayoran, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu

Laporan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Yusril Ihza Mahendra akan memenuhi panggilan Kejaksaan Agung asal Hendarman Supandjo dicopot dulu. Mantan Menteri Hukum dan HAM  tersebut tetap bersikukuh tidak akan memenuhi panggilan Kejaksaan Agung dalam agenda pemeriksaan terkait kasus sisminbakum sebelum Hendarman Supandji dicopot jabatannya sebagai Jaksa Agung.

"Ganti dulu Jaksa Agung baru kita mau datang," ujar Adik kandung Yusril Ihza Mahendra, Yusron Ihza Mahendra kepada Tribunnews.com, di Jakarta, Sabtu (3/7/2010) .

Menurut Yusron, Presiden SBY telah membiarkan seorang yang mengaku sebagai Jaksa Agung seperti Hendarman Supandji memegang jabatan nomor satu di Kejaksaan Agung. Ia juga berharap SBY segera mengeluarkan Keppres tentang pemberhentian Hendarman Supandji.

"Kalau sudah dicopot, kita mau datang untuk diperiksa, SBY kita maafkan," tandasnya.

Pada berita sebelumnya, diagendakan pada minggu depan mantan Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra akan diperiksa kembali sebagai tersangka dalam kasus korupsi Sisminbakum.

Kasus Sisminbakum ini makin melebar. Sebelumnya pada 1 Juli kemarin Komisi III membantah politisasi penetapan Yusril dalam kasus Sisminbakum. Kemudian Yusril dikabarkan mengatur strategi sebelum ke gedung bundar.

Siangnya pada tanggal yang sama berjanji akan membeberkan kasus besar yang menggemparkan publik. Tanggal 2 Juli Yusril hadir di kantor Kejaksaan Agung yang menurut pengakuannya, merasa ditahan paksa dan dipersulit saat akan keluar dari kantornya Hendarman Supanji tersebut.

Malam harinya media sudah memuat terkait dugaan suap dari  Hartono Tanoesudibyo kepada Kajagung Hendarman Supanji 3 juta dolar AS dan kepada Mensesneg Sudi Silalahi 10 juta dolar AS. Hal itu pun membuat heboh dan timbul pertanyaan apakah Yusril akan membuktikan bahwa dia berpripsip mati satu mati semua, masuk satu masuk semua.

Belakangan, Sabtu 3 Juli Yusril pemeran Laksamana Cheng Ho membantah bahwa ia telah membongkar kasus dugaan suap kepada Kajagung dan Mensesneg itu. Hingga kini presiden SBY belum memberikan tanggapan terkait isu tersebut. Presiden masih di Madinah menjalankan umroh.

Yusril menilai jabatan Hendarman Supandji sebagai kepala Kejaksaan Agung bermasalah. Maka dia bersedia diperiksa atau datang ke kantor kejaksaan agung lagi tapi dengan syarat Hendarman Supandji dicopot terlebih dulu. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini