TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Hasil
pemungutan suara Sidang Pleno di kampus UMJY, Yogyakarta, pada Senin
(5/7/2010), telah terpilih 13 anggota Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah
2010-2015, dengan menempatkan Din Syamsudin sebagai peraih suara
terbanyak. Namun, dari 13 anggota pengurus baru itu masih didominasi
muka lama.
Dari 13 anggota pengurus baru, delapan di antaranya
adalah muka lama, yakni Din Syamsuddin, Muhammad Muqoddas, Abdul Malik
Fajar, A. Dahlan Rais, Haedar Nashir, Yunahar Ilyas, M Goodwil Zubir,
serta Bambang Sudibyo. Sedangkan lima sisanya adalah pendatang baru,
yakni Abdul Muti, Agung Danarto, Syafiq A. Mughni,
Fattah Wibisono, dan Syukriyanto AR.
Din merupakan Ketua Umum PP
Muhammdiyah 2005-2010 dan pernah menjadi Ketua Umum PP Pemuda
Muhammadiyah 1989-1993. Sedangkan Muhammad Muqoddas menjadi Ketua PP
Muhammadiyah 2005-2010. bahkan, Abdul Malik Fajar adalah anggota PP
Muhammadiyah tiga periode (1995-2010). Sedangkan sisanya juga masuk
dalam jajaran kepengurusan PP Muhammadiyah 2005-2010.
Anggota PP
Muhammadiyah 2005-2010 yang tidak masuk dalam kepengurusan lima tahu ke
depan, yakni Sudibyo Markus, Zamroni dan Fasich, Rosyad Sholeh dan
Muchlas Abror.
Hari ini, sidang muktamar mengagendakan sidang
komisi, di Sprotorium, ruang sidang kompleks kampus UMY, serta di Asri
Medical Center (AMC), Jalan HOS Cokroaminoto. Sidang komisi ini membahas
dan merumuskan berbagai langkah-langkah strategis Muhammadiyah lima
tahun ke depan.
Ada lima agenda yang didorong dalam sidang komisi
tersebut, yakni pernyataan pikiran Muhammadiyah abad kedua,
program persyarikatan lima tahun ke depan, revitalisasi cabang dan
ranting Muhammadiyah, serta Muhammadiyah dan isu-isu strategis.
Sedangkan,
pemilihan ketua umum PP Muhammadiyah 2010-2015 oleh 13 anggota baru
terpilih, dijadwalkan di kampus UMY, Yogyakarta, Rabu (7/7/2010), secara
tertutup .
Pengurus Baru Didominasi Muka Lama
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan