News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rekening Gendut Perwira Polri

Tempo Tak Perlu Minta Maaf Kepada Polri

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pimred majalah Tempo Wahyu Muryadi, menunjukkan bekas kerusakan akibat bom molotov di kantor majalah Tempo Jl Tugu Proklamasi Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2010).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terkait teguran yang diberikan Mabes Polri terhadap majalah Tempo perihal gambar sampul edisi 28 Juni-4 Juli 2010 yang terkenal dengan celengan babi dan edisi 14-20 Juni 2010 'Kapolri di Pusaran Mafia Batu Bara' tidak mencerminkan seluruhnya isi berita.

Mengenai teguran tersebut, Tempo tidak perlu meminta maaf kepada Polri karena sudah diputuskan dalam mediasi yang dilakukan hari ini, Kamis (8/7/2010) di Gedung Dewan Pers.

"Tak ada kesepakatan Tempo harus minta maaf atas kesalah paham tersebut," ujar Pimpinan Redaksi Majalah Tempo, Wahyu Muryadi.

Dalam kesepakatan dijelaskan bahwa pihak Majalah Tempo memahami keberatan dari Polri terkait sampul Tempo edisi 28 Juni-4 Juli 2010 yang berjudul 'Rekening Gendut Perwira Polri' dan menyesali gambar sampul tersebut telah menyinggung Polri.

"Tentu saja kejadian ini akan menjadi umpan balik yang menarik. Bola memang cover kurang etis, tetapi itu tidak ada pelanggaran etis atau tidak, kita akan selalu terbuka setiap ada keberatan. Kita tidak akan terpengaruh dengan pemberitaan selanjutnya kedepan," katanya.

Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini sudah terjadi kesepakatan damai antara pihak Tempo dengan Polri yang difasilitasi oleh Ketua Dewean Pers Bagir Manan di Gedung Dewan Pers. Sebelumnya sempat terjadi perseteruan antara Polri dan Tempo akibat sampul majalah tempo yang bergambar celengan babi yang membuat Polri tersinggung.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini