News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penganiayaan Aktivis ICW

Kesaksian Torik Dinilai Aneh

Editor: OMDSMY Novemy Leo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Aktivis ICW Tama S Langkun di Mapolres Jakarta Selatan, Senin (19/7/2010).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA ---  Peneliti Hukum Indonesia Coruption Watch (ICW), Donald Fariz, menilai kesaksian Torik terhadap kasus Tama, aneh dan sulit dipercaya.

Torik Dasa Maulana (25) adalah pengemudi mobil Avansa yang sempat menolong aktivis ICW, Tama S Lankun usai dianiaya sejumlah pihak tak dikenal.

Keanehan keterangan Torik, demikian Donal, Misalnya dia justru menantang kepada orang yang melakukan penganiayaan terhadap Tama untuk mencarinya, ia mengaku tidak takut.

"(Akan tetapi) Justru belakangan ini dia bilang kehidupannya terganggu akibat kasus tersebut,"  tutur Donald Fariz, usai menjalani pemeriksaan di Polres Jakarta Selatan, Senin (19/07/2010).

Menurur Donald, Torik mencoba mempersonalisasikan permasalahannya. Selain itu, kesaksian Torik mengenai durasi penganiayaan juga sangat membingungkan.

"Dia bilang itu sudah satu setengah lagu. Dia pikir kejadiannya cepat, tapi kok dia pikir dihitung dengan lagu. Padahal kalau kita hitung, orang ditendang dan dibuka helmya itu sekitar dua menit.  Satu setengah lagu kan lama, dia bilang bisa sampai 8 sampai dengan 10 menit," jelas Donald.

Donal menilai pernyataan Torik tidak konsisten. Pasalnya, pernyataannya yang diberikan Torik bisa berbeda lagi. "Susah dipercaya," tutupnya.

Sementara itu untuk saksi, Torik Dasa Maulana (25), pengemudi Avanza yang sempat menawarkan bantuan kepada Tama, namun ditolak, sampai saat ini statusnya masih sebagai saksi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini