Laporan wartawan Tribunnews.com, Andri Malau
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilam Rakyat (DPR-RI) dari komisi VII, Ir.
Satya W. Yudha, M.Sc mengutarakan pemilihan Darmin Nasution sebagai
Gubernur Bank Indonesia
sangat tergantung dinamika fit and proper test.
"Kita
menghormati apa yang sudah disampaikan oleh presiden karena pak Darmin
Nasution kan calon yang disampaikan oleh presiden. Dan itu sangat
tergantung sama fit and proper test yang dilakukan di DPR nantinya," ungkap Satya usai memberikan pemaparan dalam seminar "Eksistensi
Kelembagaan dalam pengelolaan migas" di Hotel Four Seasons Jakarta, Rabu (21/7/2010).
Dikatakannya, jika nantinya Darmin terpilih, maka dirinya akan menjadi Gubernur BI. Tapi
kalau ternyata nanti ada keberatan-keberatan dari beberapa anggota DPR,
maka dewan akan meminta ulang kepada pemerintah untuk memberikan calon
berikutnya.
"Dan itu sudah pernah terjadi, ketika pemerintah
mencalonkan pak Agus
Martowardojo menjadi dirut Bank Mandiri pada saat itu yang akhirnya
presiden memberikan calon lainnya gitu," ujar Satya mencontohkan.
Jadi,
tegasnya, ini dinamis apa yang terjadi di DPR dengan pencalonan ini
merupakan satu mekanisme yang dinamis. "Tidak mesti satu, ya satu. Itu
tergantung dari dinamika yang ada di dalam fit and proper test,"
tuturu Satya.
Pemilihan Darmin Tergantung Dinamika Fit and Proper Tes
Editor: Toni Bramantoro
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan