TRIBUNNEWS.COM,
JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Persatuan
Pembangunan (PPP), Rhomahurmuziy, memberikan tiga catatan untuk pidato
kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam rangka
peringatan HUT ke 65 RI.
Romi mencatat bila Pembangunan Sektor
Pendidikan yang sudah jelas ditetapkan nominalnya 20 persen dari APBN,
justru tidak disinggung dalam pidato tersebut.
"Saya sangat menyayangkan
hal tersebut tidak dijelaskan dalam pidato presiden," kata Romi saat
ditemui di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Senin (16/8/2010).
Selain
itu, ia pun mencatat kekurangan dalam pidato tersebut dengan tidak
diulasnya masalah moralitas keagamaan seperti masalah infotainment dan
fornografi.
"Pembangunan moralitas keagamaan saat ini pun juga tidak
dibahasnya," ujarnya.
Selain itu, keluhan presiden yang menyatakan
pemilihan kepala daerah dan gubernur yang menyedot biaya terlalu tinggi
pun menjadi sorotan politisi muda dari PPP ini karena presiden
melihatnya banyaknya kandidat mengeluarkan uang yang begitu banyak dan
merebaknya money politik dalam Pilkada.
Tiga Catatan PPP untuk Pidato Kenegaraan Presiden
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan