Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vanroy Pakpahan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pascapenangkapan pimpinan pondok pesantren Al Mukmin, Nruki, Solo, Abu Bakar Ba'asyir, Senin pekan lalu, kejiwaan para santri yang belajar di pondok pesantren tersebut terganggu.
"Psikologis saja yang ternganggu tapi kalau kegiatan biasa-biasa saja," ujar Direktur Pondok Pesantren, Wahyudin, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (17/8/2010). "Mereka mangkel (kesel) melihat apa yang terjadi. Seperti halnya kita melihat para koruptor yang terus berkembang," tambahnya lagi.
Namun begitu, dikatakannya, jalannya kehidupan di pondok pesantren itu, khususnya kegiatan belajar mengajar 1.600 santri, tetap berjalan baik sebagaimana mestinya.
Ada perkembangan di pesantren yang ingin disampaikan ke Ustadz Ba'asyir? "Saya pikir, Ustadz pun sudah tahu meski kita tidak sampaikan. Karena kehidupan pesantren ya seperti itu, nggak ada hal yang istimewa," tutupnya sembari mengatakan para santri di pondok pesantren itu tak dapat turut membesuk Ba'asyir karena masalah tak adanya biaya.(*)
Psikologis Santri Ponpes Ba'asyir Terganggu
Penulis: Vanroy Pakpahan
Editor: Juang Naibaho
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan