TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator
Gerakan Peduli Pluralisme, Damien Dematra mengatakan bahwa Ormas Islam
Front Pembela Islam (FPI) telah membatalkan rencana pertemuan yang
dijadwalkan sore ini.
"Beberapa jam yang lalu pihak FPI menelepon
pihak GPP dan membatalkan rencana pertemuan antara Habib Rizieq dari
FPI dan saya dengan alasan karena pertemuan ini sudah ramai di
Twitter," ungkap Damien Dematra, Rabu (18/8/2010).
Oleh karenanya,
pihak GPP sangat menyayangkan atas pembatalan ini. Pasalnya, pertemuan
ini akan membahas isu-isu kebebasan beragama di Indonesia.
Namun
demikian GPP, kata Damien Dematra, pihaknya akan
terus berjuang untuk mencari cara-cara dialog dan damai dengan berbagai
kelompok masyarakat untuk membicarakan masalah-masalah yang terkait
dengan kebebasan beragama di negeri ini, khususnya yang menyangkut
perlawanan terhadap Hari Pembakaran Alquran Sedunia.
"Diharapkan dengan dialog-dialog ini, masyarakat tidak terpancing dan dapat menahan diri," ungkapnya.
Sehari
sebelumnya, Selasa (17/8/2010) GPP mengatakan akan merencanakan dengan
Ormas Islam Front Pembela Islam (FPI) untuk berdialog dan membicarakan
masalah-masalah dalam hubungan antar agama. Pasalnya FPI dianggap
sebagai Ormas yang mempunyai haluan yang berbeda dalam mencari jalan
keluar masalah ini.
Setelah melalui lobby berkali-kali dengan pihak FPI akhirnya Habib Rizieq bersedia untuk bertemu dengan GPP.
Selain
itu, pertemuan tersebut juga akan membahas tentang penolakan dan
perlawanan terhadap Hari Pembakaran Alquran Sedunia yang dilakukan oleh
kelompok Dove World Outreach Center, AS.
"Rencananya pertemuan ini akan diadakan pada hari Rabu (18/8/2010) pukul 17.00 WIB di Kantor FPI di Petamburan," imbuhnya.
Inisiatif
ini timbul sejak tanggal 4 Agustus 2010 di PGI dalam renungan 70 tahun
Gus Dur dimana GPP diminta oleh para anggotanya untuk melakukan dialog
dengan kelompok-kelomook yang dianggap tidak sehaluan untuk mencari
jalan keluar atas masalah-masalah hubungan antar agama.
FPI Batalkan Rencana Pertemuan dengan GPP
Penulis: Iwan Taunuzi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan