TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sadar dirinya akan menyelesaikan tugasnya sebagai Jaksa Agung, Hendarman Supanji mengaku sudah mulai beres-beres.
"Beberapa buku-buku sudah saya rapihkan," katanya kepada wartawan di Istana Negara, Kamis (2/9/2010).
Siapa
yang akan menggantikan posisinya, Hendarman menyatakan, semuanya
tergantung keinginan presiden. Termasuk, apakah dirinya harus mengajukan
calon atau tidak.
"Itu semua tergantung Presiden. Nanti akan
diminta pendapat. Sampai sekarang belum diminta pendapat oleh Presiden.
Sesuai undang-undang, Jaksa Agung bisa dari dalam, bisa dari luar
Kejaksaan Agung," Hendarman menegaskan.
Ia berharap, pengganti
dirinya kelak adalah seorang Jaksa Agung yang punya nyali, keberanian
melebihi dirinya. Jaksa Agung nantinya, katanya lagi, yang mampu,
berani melakukan penertiban secara internal.
"Kemudian
berani bertindak keluar.Tentu saya harus memilih dari dalam siapa.
Sekarang baru ditimbang-timbang. Yang jelas, berani hadapi korupsi,"
kata Jaksa Agung.
Sebelum menutup pembicaraan, Hendarman
menuturkan semua JAM (jaksa agung muda) saat ini, sama-sama memiliki
peluang menggantikan dirinya. Namun, katanya lagi, siapa yang terpilih,
berpulang kepada Presiden SBY.
"Kalau saya, semua punya
peluang. Semua JAM saya minta punya peluang. Saya inginkan dari eselon 1
yangg punya peluang. Kalau memang tidak ada, ya dari luar di cari,"
kata Hendarman.
Jaksa Agung Siap Tinggalkan Gedung Bundar
Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan