News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ansyad Mbai Geram Densus Jadi Kambing Hitam

Penulis: Iwan Taunuzi
Editor: Prawira
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SISIR WILAYAH- Anggota Densus 88 Anti Teror, bersama anggota Polda Jabar, dan Tim dari Mabes Polri, menyisir wilayah sekitar kontrakan milik Joko, yang didiami Fachri (tersangka teroris) bersama dua orang temannnya, Sabtu (7/8/2010) di Kampung Sukaluyu, RT 02 RW 12, Kelurahan Pasir Biru, Kecamatan Cibiru, Kabupaten Bandung.

Laporan wartawan Tribunnews.com, Iwan Taunuzi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Kepala Desk Antiteror Kementrian Polhukam, Ansyad Mai mengaku geram melihat kenyataan bahwa Datasemen Khusus 88 (Densus 88) Anti Teror selalu menjadi kambing hitam.

Pasalnya, Densus 88 dinilai telah melanggar HAM saat beroperasi melakukan penggerebekan pelaku terorisme.

"Kenapa Densus 88 tertutup karena ia tidak mempunyai kawan. Apabila satu bom meledak seolah seluruh masyarakat Indonesia menyuruhnya untuk menyelesaikannyka. Tapi setelah menangkap pelaku Densus dicemooh telah melakukan pelanggaran HAM," kata Ansyad Mbai pada acara diskusi bertajuk“Problematika Penanganan Masalah Terorisme yang diselenggarakan oleh Imparsial di Hotel Aryaduta, Jumat (3/9/2010).

Menurutnya ini akan menyebabkan terjadinya demoralisasi bagi Densus 88. Anggapan inimunsul dikarenakan terorisme belum dianggap sebagai musuh bangsa. Bahkan pelaku terorisme bisa menghakimi Densus melalui media massa.

"Teroris ini masih dianggap sebagai musuh polisi terlebih Densus. Ini hambatan terbesar," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini