Laporan wartawan Tribunnews.com, Iwan Taunuzi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Desk Antiteror Kementrian Polhukam, Ansyad Mai mengaku geram melihat kenyataan bahwa Datasemen Khusus 88 (Densus 88) Anti Teror selalu menjadi kambing hitam.
Pasalnya, Densus 88 dinilai telah melanggar HAM saat beroperasi melakukan penggerebekan pelaku terorisme.
"Kenapa Densus 88 tertutup karena ia tidak mempunyai kawan. Apabila satu bom meledak seolah seluruh masyarakat Indonesia menyuruhnya untuk menyelesaikannyka. Tapi setelah menangkap pelaku Densus dicemooh telah melakukan pelanggaran HAM," kata Ansyad Mbai pada acara diskusi bertajuk“Problematika Penanganan Masalah Terorisme yang diselenggarakan oleh Imparsial di Hotel Aryaduta, Jumat (3/9/2010).
Menurutnya ini akan menyebabkan terjadinya demoralisasi bagi Densus 88. Anggapan inimunsul dikarenakan terorisme belum dianggap sebagai musuh bangsa. Bahkan pelaku terorisme bisa menghakimi Densus melalui media massa.
"Teroris ini masih dianggap sebagai musuh polisi terlebih Densus. Ini hambatan terbesar," tandasnya.
Ansyad Mbai Geram Densus Jadi Kambing Hitam
Penulis: Iwan Taunuzi
Editor: Prawira
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan