TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat
diminta untuk tidak terprovokasi berbagai isu yang dihembuskan beberapa
pihak terkait insiden penusukan dan penganiayaan pemuka umat HKBP
Pondok Timur Indah Ciketing, Bekasi.
"Perlu ditegaskan dalam
kasus Ciketing ini adalah pelaku itu individu yang mengatasnamakan
agama tertentu. Jadi masyarakat jangan terkecoh," tutur ketua Setara
Institue, Hendardi di Mabes Polri Jakarta, Kamis (16/9/2010) usai berdialog
dengan Kabareskrim dan unsur petinggi Bareskrim lainnya.
Hendardi
yang mewakili Setara Institue bersama lembaga swadaya masyarakat (LSM)
lainnya seperti Kontras serta anggota HKBP Yasmin mendatangi Bareskrim
untuk berdialog menyikapi berbagai gangguan dalam pelaksanaan kebebasan
menjalankan ibadah di Indonesia.
Hendardi mengatakan dirinya
banyak mendengar dan menerima informasi yang tidak benar terkait
insiden tersebut. Misalnya adalah informasi yang menyebut jika pelaku
adalah organisasi masyarakat agama tertentu selain informasi jika dalam
insiden itu didapati adanya senjata tajam yang ternyata sama sekali
tidak benar.
"Banyak keluhan yang disampaikan (kepada Bareskrim)
menyangkut upaya-upaya dari kelompok tertentu, provokasi permusuhan,
kebencian yang biasa dilakukan diawal dan sudah bisa ditangani polisi, seperti yang terjadi di Ciketing," tuturnya.
"Keinginan
dari kami untuk berbagai pihak tidak terkecoh pengalihan isu di
Ciketing, bahwa seolah-olah ini bentrok, seolah-olah ada senjata yang
beredar di situ. Ini kan pola lama seperti (insiden) di Monas," katanya
lagi.
Hal yang sama disampaikan Polri melalui Kadiv Humasnya,
Brigjen Pol Iskandar Hasan. "Jangan kita termakan isu provokatif,
kawan-kawan menyampaikan memang ada gejala kelompok tertentu yang ingin
memprovokasi," katanya.
"Kita negara majemuk, jadi jangan terprovokasi. Kita dulu
merebut kemerdekaan tidak membedakan ras, agama. Begitu juga dengan
mengisi kemerdekaan ini. Kita jangan lengah pada kelompok yang ingin
memecah belah keutuhan ini. Kalau kita sadar, kita akan bergeming,
nggak akan terprovokasi," ungkapnya lagi.
Masyarakat Diminta Jangan Terprovokasi
Penulis: Vanroy Pakpahan
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan