News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Teroris Serang Mapolsek

Kapolri: Waspadai Masyarakat yang Datang ke Kantor Polisi

Penulis: Vanroy Pakpahan
Editor: Juang Naibaho
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TANGKAP PERAMPOK BANK: Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri saat memaparkan proses penangkapan Perampok Bank CIMB Niaga Medan, Senin (20/9/2010).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vanroy Pakpahan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengimbau segenap jajarannya di tingkat Polsek hingga Polda untuk mewaspadao kedatangan perorangan atau kelompok masyarakat ke kantor mereka masing-masing. Imbauan itu disampaikan Kapolri dalam teleconferencenya kepada seluruh Kapolda di Indonesia.

Namun, Polri membantah jika mereka telah meningkatkan status keamanan menjadi siaga I di semua markas kepolisian yang tersebar di Indonesia, khususnya di Polsek Hamparan Perak. "Kita nggak bilang Siaga I, tapi (tingkatkan) kewaspadaan. Kita hati-hati. Apa masyarakat yang datang itu datang untuk memintakan pelayanan atau sebaliknya (melakukan penyerangan)," kata Kadiv Humas Polri Irjen Iskandar Hasan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/9/2010).

Kapolri melakukan teleconference dengan seluruh Kapolda pada sekitar pukul 09.00 WIB tadi. Menurut Iskandar, seluruh Kapolda menerima dengan baik imbauan itu dan bahkan ada yang sudah mengimplementasikannya. "Itu nanti Kapoldanya masing-masing (yang akan mensosialisasikannya)," ucapnya.

Kapolri juga mengingatkan agar jajarannya lebih berhati-hati dan lebih siaga untuk mengantisispasi kemungkinan aksi serangan-serangan seperti yang terjadi di Polsek Hamparan Perak. "Baik serangan-serangan brutal dari perorangan ataupun kelompok orang," tuturnya. Namun demikian, Kapolri mengimbau agar peningkatan kewaspadaan dan kesiagaan tersebut tidak mengurangi pelayanan mereka kepada masyarakat.

Selain mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, Kapolri juga mengimbau seluruh jajarannya untuk mengecek kembali keberadaan senjata di gudang senjata dan tangan jajarannya serta meningkatkan pengawasan dan pengamanan senjata-senjata, termasuk granat-granat yang dimiliki Polri dalam gudang senjata itu.

"Kapolri sudah memerintahkan Kepala korps Brimob untuk itu. Jangan sampai kita kebobolan atau ada oknum kita yang memanfaatkan itu," tuturnya.

Iskandar mengatakan, sebenarnya Polri sudah mempunyai mekanisme tersendiri untuk mengecek dan mengawasi senjata-senjata dan perlengkapan lainnya yang ada di jajarannya. "Sudah secara rutin. Apakah harian atau bulanan. Di masing-masing kekuatan, biasanya di apel pagi itu dicek. Amunisi khususnya peluru harus dipertanggungjawabkan secara individu apakah untuk latihan atau tugas," jelasnya.

"Disposalnya pun diatur sedemikian rupa. Katanya disposal, tapi ternyata nanti bisa dipakai. File itu ada di masing-masing logistik kesatuan," imbuhnya.(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini