TRIBUNNEWS.COM,
JAKARTA - Pascabentrok dua kelompok massa di depan Pengadilan Negeri
Jakarta Selatan, situasi di Jl Ampera Raya mulai kondusif.
Pantauan
Tribunnews, toko-toko yang awalnya tutup karena suasana mencekam saat
bentrok, kini sudah buka kembali.
"Saya lihat-lihat sudah mulai aman,
jadi buka toko lagi," ujar pemilik bengkel, H Situmorang, di depan PN
Jaksel, Rabu (29/9/2010).
Sebelumnya, karena situasi mencekam, Jl
Ampera Raya ditutup. Bahkan, warga sekitar langsung meletakkan balok
dan kayu di tengah jalan. Warga sekitar lokasi kejadian berusaha
mengamankan diri mereka, karena khawatir menjadi sasaran kelompok yang
berseteru.
Pria yang telah mempunyai usaha bengkel selama 27
tahun, berlokasi tepat di depan pengadilan ini, mengaku kejadian bentrok
yang melibatkan dua kelompok pendukung persidangan adalah kejadian kali
kedua.
"Dulu 2005, di sini juga ada bentrok pakai parang. Tapi, enggak
ada korban mati seperti sekarang," ujarnya.
Situmorang mengaku,
saat bentrok langsung menutup tokonya. "Enggak pakai mikir lagi, pokok
sudah kelihatan mulai rusuh, langsung tutup toko, lari sama istri ke
dalam toko," ungkapnya.
Kini, Situmorang
hanya berharap keadaan akan aman dan tidak terjadi bentrok lagi. "Saya
dengar ada yang mati saja, sekarang sampai merinding. Yang penting aman.
Kalau usaha saya terganggu, tak apa-apa. Yang penting saya bisa aman
dan selamat," ujarnya.
Hingga
kini, ratusan petugas kepolisian masih berjaga di sekitar PN Jaksel.
Bahkan, Kapolres Jaksel Kombes Gatot Eddi Pramono, masih ada di lokasi
kejadian untuk mengawasi langsung pengamanan pascabentrok.
Jalan Ampera Raya Mulai Dibuka
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan