TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
Dampak bentrok dua kubu di sekitar PN Jakarta Selatan, satu bus Kopaja
hancur dan darah masih berceceran di Jl Ampera Raya, Jaksel, Rabu
(29/9/2010).
Dua kubu yang berjumlah ratusan merupakan pendukung
antara pelaku dan korban tewas dalam penusukan di Cafe Blowfish beberapa
waktu yang lalu.
Pelaku penusukan itu sendiri tengah menjalani persidangan di PN Jaksel.
Bentrok
pecah, sebelum sidang terdakwa dimulai. Kedua kelompok saling serang
dengan senjata tajam. Bahkan, terdengar beberapa tembakan.
Akibatnya,
satu orang dari kelompok yang bentrok ada yang tewas terkena sabetan
golok di leher. Yang lainnya, mengalami luka-luka sabetan senjata tajam.
Bentrok tersebut juga mengakibatkan sejumlah anggota kepolisian
luka-luka karena sabetan senjata tajam.
Korban tewas belum diketahui identitasnya. Korban itu sudah dilarikan ke rumah sakit.
Namun, bukti bentrok masih tertinggal di lokasi kejadian, Jl Ampera Raya, sekitar pengadilan.
Satu
bus Kopaja No 608 jurusan Tanah Abang-Blok M yang hancur masih ada di
lokasi, di depan toko buah "Total". Pecahan kaca berserakan di
sekitarnya.
Menurut saksi mata yang enggan disebutkan
identitasnya, mengatakan dari salah satu kelompok memang menghancurkan
bus tersebut. Bahkan, kelompok tersebut berusaha membakar bus itu.
"Sudah dibakar, sudah ada asapnya. Tapi, untungnya cepat disiram air
sama warga," ujarnya.
Sementara ceceran darah masih ada di
beberapa titik di Jl Ampera Raya. "Engga tahu berapa yang tewas. Cuma
lihat ada tiga orang yang bawa pistol. Sepertinya rakitan begitu,"
ungkapnya.
Bentrok ini merupakan lanjutan dari bentrok sebelumnya
yang terjadi justru di dalam PN Jaksel. Saat itu, kelompok korban
memukuli terdakwa. Polisi saat itu terpaksa melepaskan tembakan
peringatan untuk membubarkan kedua kelompok.
Dalam kejadian itu,
sudah terlihat tanda-tanda kemanan pengadilan tidak kondusif. Karena
itu, pihak kepolisian menambah pasukan pengamanan, sekitar 200 personil.
Saat ini, sekitar 500 anggota polisi gabungan masih berjaga-jaga untuk antisipasi bentrok susulan.
Satu Bus Hancur dan Darah Berceceran
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan