Laporan wartawan tribunnews.com, adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM,
JAKARTA - Perhimpunan Indonesia Timur (PIT) melalui wakil ketuanya,
Robert B Keytimu, menganggap bahwa ada aktor intelektual dibalik
peristiwa Ampera yang mendorong pertikaian kelompok Flores dan Ambon.
Peristiwa
di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tersebut merupakan rentetan
dari peristiwa blowfish kemudian pertikaian pada minggu sebelumnya,
sampai akhirnya pertarungan hebat pecah di Ampera yang memakan tiga
korban jiwa.
"Ada aktor intelektual dibelakang ini, selain itu
seperti ada pembiaran oleh Polisi karena perseteruan ini sudah terjadi
satu minggu lalu, harusnya pihak kepolisian sudah bisa
mengantisipasi," jelas Robert seorang tokoh Pemuda dari Nusa Tenggara
Timur (NTT) yang sudah menetap di Jakarata, Kamis (30/9/2010).
Seusai
pertemuan dengan DPD RI di ruang Pimpinan DPD RI, Laode Ida, Robert
memaparkan bahwa adanya kesenjangan ekonomi di masyarakat, hal ini yang
mengakibatkan kelompok-kelompok ini bisa dikendalikan orang-orang yang
memiliki uang.
"Adanya aktor intelektual tersebut terindikasi
dari adanya masalah tempat hiburan, dalam lingkungan semacam itu, tentu
ada kelompok yang sengaja mendanai. Selain itu adanya kesenjangan pun,
itu menjadi hal yang mendasar sehingga kelompok tersebut dapat dengan
mudah digerakkan," paparnya.
PIT pun menuntut pihak kepolisian
untuk menyelidiki dan secepatnya menangkap aktor intelektual dibalik
peristiwa Ampera.
"Untuk aktor intelektual itu menjadi bagian dari
proses penyelidikan polri. Adanya korban jiwa dan luka-luka ini menjadi
sebuah problem hukum. Pada kesempatan ini kami meminta polisi untuk
menangkap para pelaku," imbuhnya.
Ada Aktor Intelektual Dibalik Peristiwa Ampera
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan