Laporan Wartawan Tribunnews.com: Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Agar
aksi bentrok dua kelompok massa di depan PN Jakarta Selatan tidak
terulang, Polisi terus melakukan upaya komunikasi dengan tokoh pimpinan
mereka. Komunikasi dilakukan agar dapat meredam emosi kedua kelompok
yang bertikai.
"Kita terus melakukan komunikasi dengan tokoh-tokoh dari kalangan mereka dan harapan kita mereka
juga ikut berupaya mendamaikan suasana," ujar Kabid Humas Polda Metro
Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis
(30/09/2010).
Menurut Boy, bila aksi brutal tersebut terus
terjadi maka citra DKI Jakarta sebagai ibukota negara akan memburuk.
"Kami mengharapkan semua pihak untuk dapat melihat masalah ini sampai ke
akar masalahnya," ujarnya lagi.
Bentrok antara dua kelompok
massa terjadi di depan PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Tabu (29/09/2010)
sekitar pukul 12.45 WIB. Bentrokan terjadi saat pengadilan tersebut akan
menggelar sidang lanjutan kasus Blowfish.
Polisi sudah menyita beberapa
barang bukti berupa tiga buah golok, tiga buah panah, satu proyektil
peluru dari senjata api yang diduga digunakan salah satu anggota
kelompok bertikai.
Polda Lakukan Komunikasi dengan Kelompok Bertikai
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan