TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Republik Maluku Selatan Wim Sopacua menegaskan bahwa pemerintah Belanda sudah memastikan bahwa akan meminta Presiden Indonesia SBY agar memberikan klarifikasi soal keberadaan makam Dr Soumokil, presiden RMS kedua yang ditembak mati di era Soharto.
"Pengacara negeri Belanda sendiri yang memastikan mengabulkan permintaan dari janda Dr Sooumokil, Josina Soumokil (76)," kata Wim Sopacua saat dihubungi Tribunnews.com, lewat sambungan internasional, Rabu (6/10/2010) malam.
Sopacua menceritakan, setelah bekas Presiden RMS Mr dr Soumokil dibunuh oleh TNI, maka Janda Soumokil, Josina Soumokil diberikan izin untuk boleh ke negeri Belanda dengan anaknya dan saudara perempuannya. Kemudian Josina melayangkan surat ke pemerintah Belanda meminta bantuan agar dibantu menunjukkan makam suaminya dengan meminta keterangan dari pemerintah Indonesia. namun, rupanya surat dari Josina tak kunjung dibalas pemerintah Belanda.
"Di pengadilan itulah pemerintah Belanda lewat pengacaranya membacakan surat bahwa pemerintah Belanda mengabulkan permintaan Josina untuk tahu makam suaminya dengan cara menanyakan SBY saat tiba di Indoensia," kata Wim Sopacua.
Wim menilai pemerintah Indonesia yang mengaku sebagai negara yang demokratis harus memberikan klarifikasi terkait maslah ini. 'Sebagai negara yang punya citra demokrasi harusnya SBY bisa mengabulkan permintaan janda ini, yang sudah puluhan tahun tak tahu makam suaminya," kata Wim.
Seperti diberitakan sebelumnya, nama RMS kembali mencuat setelah dengan sukses mengajukan gugatan ke pengadilan di Belanda. Gelar pengadilan itu membuat SBY mengurungkan niat ke Belanda saat sudah berada di Bandara Halim Perdana Kusuma. Negeri ini pun geger. Meski memang tuntutan penangkapan SBY akhirnya kandas tak dikabulkan hakim.
Janda Soumokil: Tunjukkan Kuburan Suami Saya!
Penulis: Prawira
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan