TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tersangka kasus sistem administrasi badan hukum (Sisminbakum), Yusril
Ihza Mahendra mengaku tidak mempermasalahkan jika Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) menolak menjadi salah satu saksi yang
meringankan dalam kasus yang membelitnya itu.
Namun dia meminta
jaksa untuk tetap berusaha memanggil SBY sebagai saksi yang meringankan
itu karena itu merupakan hak dirinya sebagai tersangka.
"Kalau
Pak SBY tidak mau, itu hak beliau, nggak masalah. Kita lihat
perkembangannya. Ini hak saya untuk mengajukan, kewajiban jaksa untuk
memanggil mereka bahwa yang bersangkutan tak mau datang itu masalah
lain," kata Yusril di kejaksaan agung, Jakarta, Rabu (6/10/2010).
Seperti
diketahui, Yusril mengajukan sejumlah saksi meringankan dalam kasus
yang menimpanya. Tak tangung-tanggung, selain nama SBY, Yusril juga
mengajukan mantan Presiden Megawati, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla,
dan mantan Menko Ekuin Kwik Kian Gie. Sejauh ini, baru Jusuf Kalla yang
bersedia menjadi saksi untuk Yusril.
Yusril mengaku dirinya
mengajukan nama-nama tersebut untuk menjelaskan terkait duduk
permasalahan keluarnya kebijakan Sisminbakum. Dia mengaku, penyidik
sendiri yang memintanya mengajukan saksi ahli sebagai saksi yang
meringankan bagi dirinya dalam kasus itu.
Lebih lanjut, Yusril
menilai pendapat Kapuspenkum Kejagung Babul Khoir Harahap yang menilai
nama-nama itu tidak relevan untuk dihadirkan sebagai kesalahan.
"Jadi
jangan salah paham. Bahwa ini (saksi ahli) kami ajukan atas permintaan
penyidik. Jadi beda dengan Pak Babul Khoir yang tiba-tiba kaget karena
saksi yang diajukan adalah mantan Presiden, Megawati, mantan Wapres,
Jusuf Kalla, dan Presiden SBY," katanya.
Yusril mengaku, nama-nama tersebut
telah diajukannya kepadanya penyidik. Tapi, kata dia, sampai saat ini
belum ada pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang dia ajukan itu.
"Memang
biasanya saksi-saksi itu diperiksa apabila pemeriksaan terhadap
tersangka sudah selesai," ungkapnya.
Yusril: Hak SBY Kalau Nggak Mau Jadi Saksi
Penulis: Vanroy Pakpahan
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan