Laporan wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto
TRIBUNNEWS.COM,
JAKARTA - Wakil Ketua Bidang Penindakan Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) Bibit Samad Riyanto mengaku berani untuk memeriksa mantan
Kapolri Jend (purn) Bambang Hendarso Danuri dan mantan Jaksa Agung
Hendarman Supanji terkait kasus dugaan rekayasa atas kasus yang
menimpanya dan Chandra M Hamzah.
"Nanti saya tanyakan ke
penyidiknya, berani atau enggak. Kalau Bibit berani," tegas Bibit dalam
jumpa pers yang digelar di Kantor KPK, Senin (25/10/2010).
Bibit
menambahkan, pihaknya hingga kini terus mengembangkan kasus dugaan
rekayasa terhadap dirinya dan Chandra M Hamzah.
Namun ia meminta
kesabaran masyarakat, pasalnya proses penegakan hukum menurutnya tidak
sama dengan orang buang air. "Proses penegakan hukum tak seperti buang
air. Ada proses, perlu alat bukti. prosesnya satu-satu," ujarnya.
Terkait
dengan opsi Kejagung yang lebih memilih deponering, Bibit menilai
apapun yang nantinya akan diambil Kejagung ia pasrahkan semua. Ia pun
tidak terlalu reaktif terhadap opsi yang cenderung dipilih oleh Kejagung
tersebut. "Saya biasa-biasa aja, Bibit masih sama," ucapnya.
Bibit: Saya Berani Periksa BHD dan Hendarman
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan