Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto
TRIBUNNEWS.COM,
JAKARTA - Mantan menteri hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra membenarkan
kasus korupsi Sisminbakum sengaja dimunculkan untuk tebar pesona para
calon jaksa agung.
"Iya memang benar awalnya seperti itu," ujar Yusril saat ditemui di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (1/11/2010).
Menurut
Yusril, penetapan Mantan Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU), Romli
Atmasasmita sebagai tersangka pada 31 Oktober 2008 oleh Kejaksaan Agung
karena diawali dari konflik Jampidsus, Marwan Effendy dengan Romli
Atmasasmita.
Saat itu Romli terus menekan Jampidsus Marwan
Effendy terkait kasus korupsi BLBI. Kondisi Kejaksaan Agung, lanjut
Yusril saat itu juga sangat terpuruk kondisinya.
"Konflik antara
Jampidsus Marwan Effendy dan Romli Atmasasmita sempat terjadi. Waktu itu
Romli nyerang kejaksaan soal BLBI," jelasnya.
Setelah itulah,
menurut Yusril kasus Sisminbakum mulai terungkap. Bahkan, perkara
sengketa kepemilikan saham TPI antara Hary Tanoesoedibjo dan Siti
Hardiyanti Rukmana alias mbak Tutut terbawa-bawa.
Padahal, kasus tersebut tidak ada hubungannya sama sekali dengan Sisminbakum.
"Tiba-tiba
diangkatlah kasus ini(sisminbakum), persaingan bisnis Hary Tanoe sama
Mbak Tutut yang tak ada hubungannya juga ikut-ikut diangkat, seolah jadi
saya yang kena-kena terus," tandasnya.
Sebelumnya, anggota
Komisi III Fraksi PPP, Ahmad Yani mengatakan, kasus korupsi Sisminbakum
sengaja dihembuskan untuk mencari popularitas para calon Jaksa Agung.
Kasus Sisminbakum untuk Tebar Pesona Calon Jaksa Agung
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan