News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jaksa Agung Baru

Tersangka Korupsi Kirim Bunga kepada Basrief Arief

Penulis: Y Gustaman
Editor: Iswidodo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PRESIDEN LANTIK JAKGUNG- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik Jaksa Agung Basrief Arief menggantikan Hendarman Supandji, Jumat (26/11) di Istana Negara, Jakarta. Hadir dalam acara pelantikan Wakil Presiden Boediono, Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2, Ketua MPR, Ketua DPR, Ketua MK, Ketua KPK, Ketua DPD, Wakil Jakgung

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Lumrahnya seorang baru memegang jabatan, ucapan selamat berupa karangan bunga selalu berdatangan ke rumah. Tak terkecuali bagi Basrief Arief, yang baru saja dilantik sebagai Jaksa Agung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jumat (26/11/2010) siang.

Sampai Sabtu sore (27/11/2010), karangan bunga terus berdatangan. Karangan bunga datang dengan aneka bentuk, dari sebesar papan tulis sampai pot beragam ukuran, dari bunga mawar, casablanca, anggrek dan masih banyak lagi.

Uniknya, dari sekian karangan bunga, ternyata bunga itu datang dari Irianto Lambrie, tersangka dugaan korupsi senilai Rp 1,35 miliar terkait pengucuran dana bergulir kepada Koperasi Hidup Baru di Kota Balikpapan.

"Selamat atas dilantiknya Bpk Basrief Arief sebagai Jaksa Agung, Sekda Prov Kaltim H. Irianto Lambrie," demikian tulisan karangan bunga yang diketahui datang sejak Jumat kemarin.

Irianto menjadi tersangka bersama mantan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Balikpapan Asranuddinsyah. Kasusnya terjadi saat Irianto menjabat Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Kalimantan Timur.

Penetapannya sebagai tersangka, saat Irianto menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur. Ia sempat meminta kasusnya disidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung, tapi tak dikabulkan, dan kasusnya tetap ditangani kejaksaan setempat. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini