TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Din Syamsuddin bersedih bahwa pesan-pesan yang dikemukakan para tokoh lintas agama demi perubahan dan kemajuan kehidupan bangsa malah digeser dari persoalan substantif oleh para pendukung istana.
“Saya bersedih ketika sikap pendukungnya justru mengalihkan persoalan dari substansi ke persoalan yang sangat tidak substantive,” teranganya, dalam konferensi pers bersama tokoh lintas agama, di Kantor KWI, Jakarta, kamis (20/1/2011).
Malah, tegasnya, persoalan dialihkan dan bernada personal. Din menyangkan sikap itu terjadi. “Pada hemat saya sikap intinya yang mengalihkan substansi, semacam menuduh orang per orang, itu adalah sebuah kekerdilan dan kenaifan. Ini sungguh sayang sekali,” tegasnya.
Dia melanjutkan mereka hendaknya lebih memperhatian kritik dan saran dari tokoh lintas agama, tidak perlu mengalihkan persoalan ke persoalan lain.
Gerakan tokoh lintas agama adalah gerakan moral untuk perbaikan dan kemajuan kehidupan bangsa. Maka, sambungnya, para tokoh lintas agama beraharap pesan-pesan bersifat moral tersebut, biarpun menyentuh persoalan-persoalan politik kebangsaan, hendanya disikapi dengan memperhatikan substansinya.
Terkait suara yang anti terhadap dirinya, Gerakan Anti Din Syamsuddin (GADIS), Din, sangat merasa senang sekali. Namun dengan adanya gerakan penolakan itu, tidak membuatnya mundur dan terganggu sedikitpun.
“Saya hanya mengatakan insya Allah saya tidak terganggu sedikit pun dan saya merasa sesuai dengan ajaran islam, semakin banyak yang menghina menghujat seperti itu semakin banyak peluang pahala bagi saya pribadi begitu,” jelasnya.
Din Sedih Pendukung Istana Alihkan Persoalan
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Prawira
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan