TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Putusan
yang diterima Gayus Tambunan oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri
Jakarta Selatan dinilai oleh Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA)
Ray Rangkuti merupakan suatu hal menyakitkan sekaligus menggembirakan
dan membebaskan.
Menyakitkan bagi negara karena seluruh kejahatan terhadap negara terlihat hukum begitu lemah menghadapinya.
"Menyakitkan
karena kasus Gayus bahkan tak membuka apapun dari persoalan kepelikan
mafia hukum, suap dan korupsi. Tak ada mata rantainya yang diputus, tak
mengimbas bagi perubahan pengelolaan birokrasi, khususnya di lingkungan
Ditjen Pajak, Imigrasi dan aparat penegak hukum," ujarnya kepada
tribunnews.com, Jakarta, Kamis (20/1/2011).
Mereka, imbuh Ray,
tak lebih untuk sekedar membumbui kisah dan drama. Tapi bukan untuk
benar-benar menyelidiki dan melihat rangkaian mafaianya. Maka tak heran
bila sebanyak duit yang dikumpulkan oleh Gayus hanya sampai pada Gayus
tanpa upaya untuk menelusuri siapa yang memberi.
Bahkan kehadiran satgas pemberantasan mafia hukum bukan menambah jelasnya masalah tapi membuat drama baru di panggung yang sama.
Putusan
ini menggembirakan bagi mereka yang senang melawan negara dengan suap,
korupsi dan perampok kekayaan negara. Hukum selalu ramah kepada mereka
dan bahkan tak mampu menjangkaunya.
"Saya pikir pesta merampok
uang negara akan terus berlanjut. Dan membebaskan karena prakteknya
hukuman 7 tahun itu akan dipotong dengan berbagai kebijakan: grasi,
hadiah tahun baru, idul fitri dan sebagainya. Dengan dana yang terhimpun
di saku Gayus puluhan miliar masa depan Gayus tetap gemilang. Negara
ini memang selalu menjanjikan kegemilangan bagi penjahatnya," tandasnya.
Ray: Putusan Terhadap Gayus Menyakitkan
Penulis: Iwan Taunuzi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan