TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) minta kebijakan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang bakal dijalankan akhir kuartal I ditunda.
“Tunda itu yang di bulan April,” tegas Pengurus YLKI, Indah Suksmaningsih, di Jakarta, Kamis (27/1/2011).
Penundaan pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi ini menurutnya bukan tanpa alasan. Pengaturan BBM bersubsidi harus dimulai terlebih dahulu oleh pemerintah sendiri. Hal ini perlu dilakukan pemerintah sebagai contoh ujicoba.
“Coba dulu pakai percobaan pakai plat Merah dulu. Ya, ditunda dan dicoba dulu dengan menggunakan plat merah, rasanya kayak apa orang dicabut subsidinya,” ujarnya. Menurutnya, sebelum pengaturan BBM subsidi dialamatkan untuk plat hitam dan kuning, mengapa tidak plat merah dulu.
Lebih lanjut, terkait dengan kebijakan pengaturan BBM bersubsidi, dia balik bertanya kepada pemerintah. “Mengapa pemerintah itu selalu tidak bisa melihat dulu ke dalam, mengapa sih harus selalu tujuannya orang lain,” katanya. Pemerintah menurutnya, tidak bisa menjadi contoh panutan, memulai pengaturan BBM bersubsidi dengan mengarahkan aturan ini kepada masyarakat.
Dia menyarankan pengaturan BBM bersubsidi itu ditunda pelaksanaannya, guna diujicoba terlebih dahulu di jajaran pemerintah sendiri, sebagai contoh bahwa dirinya bisa menurunkan penggunaan BBM. Kalau pemerintah bisa, imbuhnya, berarti rakyat juga bisa.
YLKI: Kendaraan Plat Merah Coba Lebih Dulu
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Prawira
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan